slnet
BAB I
PENDAHULUAN

A.     PENGERTIAN DAN PENTINGNYA MANAJEMEN
1.      Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Manajemen suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
-         Apa yang diatur ?
Yang diatur adalah semua unsure – unsure manajemen yang terdiri dari men, money,methods,materials,materials,machine, and market disingkat dengan 6M dan semua aktivitas yang ditimbulkan nya dalam proses manajemen itu.
-         Kenapa harus diatur ?
Agar 6M itu lebih berdaya guna, berhasil guna, terintgrasi dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal.
-         Siapa yang mengatur ?
Yang mengatur adalah pemimpin dengan wewenang kepemimpinana nya melalui instruksi atau persuasi, sehingga 6M dan semua proses manajemen tertuju serta tearah kepada tujuan yang diinginkan nya.
-         Bagaiman mengaturnya ?
Mengaturnya yaitu melalui proses dari urutan fungsi – fungsi manajmen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian = planning, organizing, directing, and controling).
-         Di mana harus diatur ?
Dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena organisasi merupakan “alat” dan “wadah” (tempat) untuk mengatur 6M dan semua aktivitas proses manajemen dalam mencapai tujuan nya.
Mismanagement (salah urus) harus dihindari, karena mismanagement akan menimbulkan kerugian, pemborosan, bahkan tujuan tidak akan tercapai. Untuk lebih jelasnya pengertian manjemen ini penulis mengutip beberapa definisi sebagai berikut.
Drs. H. malayu S.P Hasibuan
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapi suatu tujaun tertentu.
Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas – aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.
Jika kita simak definisi – definisi di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa :
1.      Manajemen mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
2.      Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dengan seni.
3.      Manajemen merupkan proses yang sistematis, terkoordinasi,koperatif, dan terintgrasi dalam memanfaatkan unsure-unsurnya (6M).
4.      Manajemen baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan kerja sama dalam suatu organisasi.
5.      Manajemen harus didasarkan pada pembagian kerja,tugas dan tanggung jawab.
6.      Manajemen terdiri dari beberapa fungsi (POSD dan C)
7.      Manajemen Hanya Merupakan Alat Untuk Mencapai Tujuan

2.      Pentingnya Manajemen
Pada dasarnya manajemen itu penting ?
1.      Pekerjaan itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri,sehingga diperlukan pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2.      Perusahaan akan dapat berhasil baik, jika manajemen diterapkan dengan baik.
3.      Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
4.      Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan – pemborosan.
5.      Manajemen menetapkan tujuan dan usaha untuk mewujudkan dengan memanfaatkan 6M dalam proses manajemen tersebut.
6.      Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
7.      Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur.
8.      Manajemen merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan
9.      Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap kerja sama sekelompok orang.
Perhatian terhadap manajemen mulai berkembang pada tahun 1856,didorong oleh hal – hal berikut.
1.      Terjadinya pemisahan antara RTK DAN RTP serta penawaran menciptakan permintaan dan produksi missal semakin berkembang.
2.      Timbulnya persaingan yang tajam di antara  RTP-RTP,sehingga mengharuskan setiap RTP bekerja lebih efektif dan efisien supaya produksinya dapat erasing di pasaran.
3.      Persedian factor-faktor produksi yang semakin berkurang, sehingga timbul persaingan antara RTP-RTP untuk mendapatkannya.
4.      Adanya kemajuan teknik yang cepat,mengakibatkan timbulnya revolusi industry.
5.      Timbulnya serikat –serikat buruh yang menuntut adanya perbaikan – perbaikan jaminan social, jaminan keselamatan kerja,perpendekan jam kerja, dan penolakan kerja paksa.
Apakah dasar (persyaratan)supaya manajemen dapat diterapkan ?
1.      Ada tujuan bersama dan kepentingan yang sama yang akan dicapai.
2.      Ada kerja sama diantara sekelompok orang dalam ikatan formal dan ikatan tata tertib yang baik.
3.      Ada pembagian kerja,tugas dan tanggung jawab yang teratur.
4.      Ada hubungan formal dan ikatan kerja yang tertib.
5.      Ada sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dikerjakan.
6.      Ada organisasi (wadah) untuk melakukan kerja sama.
7.      Ada wewenang (authorty) dan tanggung jawab (responsiblity)dari setiap individu anggota.
8.      Ada koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi (KIS) dari proses manajemen tersebut.
9.      Ada pemimpin/pengatur dan bawahan yang akan diatur.
10.  Ada relationships in organization dan human organization.
11.  Ada the nature of men and the nature of organization
12.  Ada komunikasi dan delegation of authority.

B.     FILSAFAT DAN ASA –ASAS MANAJEMEN
1.      FILSAFAT MANAJEMEN
Filsafat  manajemen adalah kerja sama saling menguntungkan,bekerja efektif dan dengan metode kerja yang terbaik untuk mencapai hasil yang optimal.(penulis)
Manfaat filsafat manajemen
1.      Memberikan suatu dasar dan pedoman bagi pekerjaan manajer.
2.      Memberikan kepercayaan dan pegangan bagi manajer dalam proses manajemen untuk mencapai tujuan.
3.      Memberikan dasar dan pedoman berpikir efektif bagi manajer:
4.      Dapat dipergunakan untuk mendapatkan sokongan dan partisipasi para bawahan, jika mereka mengetahui peranan manajemen dan mengerti tindakan –tindakannya, asalkan mereka telah menghayati filsafat manajemen.
5.      Memberikan pedoman araha pemcehan yang terbaik terhdap masalah masalah yang dihadapi manajer.
6.      Menjadi pedoman dasar dan kepercayaan bagi manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya.
Penerapan filsafat manajemen
1.      Filsafat  yang berbeda beda berkembang, karena itu manajemen diterapkan dalam keadaan yang berbeda –beda.
2.      Perbedaan personalitas setiap manajer.
3.      Perbedaan dalam hal penilain terhadap manusia.
Para perintis ilmu manajemen
            Para perintis ilmu manjemen terdiri dari beberapa orang dan bersal dari berbagao Negara, seperti: Frederick Winslow Taylor, henry Fayol, Babbage, dan Alexei Stakhanov.
Sifat –sifat yang harus dimiliki oleh seorang manajer.
1.      Jasmani harus sehat,giat dan tangkas.
2.      Mental,sanggup memahami dan belajar,sanggup memulai, tangkas berpikir, dan sanggup menyesuaikan diri.
3.      Moral harus tegas, bertanggung jawab, inisiatif,setia,bijaksana dan berkepribadian.
4.      Edukasi, yaitu latar belakang pendidikan yang luas baik pengetahuan umum maupun pengetahuan khusu yang sesaui dengan fungsinya.
5.      Pengalaman terutama menyangkut berbagai bidang kegiatan seperti tersebut di atas.
2.   ASAS – ASAS MANAJEMEN
Asas – asas umum manajemen
Asas – asas manajemen (general principles of management), menurut :
Henry Fayol
a.         Division of work (asas pembagian kerja).
b.         Authority and responsibility (asas wewenang dan tanggung jawab)
c.         Discipline (asas disiplin)
d.         Unity of command (asas kesatuan perintah)
e.         Unity of direction (adanya kesatuan jurusan atau arah)
f.           Subordination of individual interest into general interest (asas kepentinganumum di atas kepentingan pribadi)
g.         Renumeration of personnel (asas pembagian gaji yang wajar)
h.         Centralization (asas pemusatan wewenang)
i.           Scalar of chain (asas hiearki atau asas rantai berkala)
j.           Order (asas keteraturan)
k.         Equity (asas keadilan)
l.           Initiative (asas inisiatif)
m.       Esprit de corps (asas kesatuan)
n.         Stability of turn-over personnel(asas kestabilab masa jabatan)

a.          Division of work
asas ini sangat penting, karena danya limit factor, artinya adanya keterbatasan – keterbatsan manusia dalam mengerjakan semua pekerjaan, yaitu :
a.         Keterbatasan waktu.
b.         Keterbatsan pengetahuan.
c.         Keterbatasan kemampuan.
d.         Keterbatasan perhatian.
b.         Authority and responsibility
Menurut asas ini perlu adanay pembagian wewenang dan tanggung jawab anatar alas an dan bawahan; wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab.
c.         Discipline
Menurut asas ini, hendaknya setiap bawahan hanya meneriam perintah dari seorang atasan tanggung jawab hanya kepada seorang pula. Tetapi seorang atasan dapat member perintah kepada beberapa orang bawahan. Asas kesatuan perintah ini perlu, karena jika seorang bawaan diperintah oleh beberapa orang atsana maka ia akan bingung
d.         Unity of command
e.         Unity of direction
f.          Subordination of individual interest into general interest
g.         Renumeration of personnel
h.         Centralization
i.           Scalar of chain
j.           Order
k.        Equity
l.           Initiative
m.       Esprit de corps
n.         Stability of turn-over personnel
Menurut asas ini, pimpinan perusahaan harus berusaha agar mutasi dan keluar masuknya karyawan tidak terlalu sering, karena akan mengakibatkan ketidakstbailan oragnisasi, biaya –biaya semakin besar, dan perusahaan tidak mendapat karyawan yang berpengalaman.pimpinan perusahaan harus berusaha, agar setiap karyawan betah bekerja sampai masa pensiunnya. Jika karyawan sering berhenti perlu manajer menyelidiki penyebabnya. Apakah karena gaji terlalu kecil, perlakuan yang kurang baik, dan lain sebagainya.



POKOK – POKOK PERBANDINGAN MANAJEMEN F.W TAYLOR DAN BENRY FAYOL
Frederick winslow Taylor
1.         Shop Level Management
Orientasi dari tingkat atas organisasi atau dari tingkat buruh ke tingkat top management.
2.         Production oriented
Berorientasi pada peningkatan produksi secara langsung yang cenderung menyamakan buruh dengan mesin.
3.         Pencipta organisasi fungsional
Fungsionalisasi kegiatan pada level operasi,berdasarkan spesialisasi,karena pemisahan fungsi perencanaan dari fungsi oerasi pelaksana.
4.         Ruang lingkup teori manajemen
Skop Teori Manajemen Sempit Dan Sering Dikatakan Manajemen Pabrik, Karena Aspek – Aspek Yang Lebih Umum Kurang Diperhatikan/Diabaikannya,Juga Tidak Berhasil Mengungkapkan Fungsi-Fungsi Manajemen.
F.W. Taylor dikenal sebagai bapak scientific  management

Henry Fayol
1.         Top level management
Orientasinya Dari Tingkat Bawah Atau Dari Top Management Ke Tingkat Buruh.
2.         Human oriented
Berorientasi Pada Unsur (Peranan)Manusia Dalam Rangka Peningkatan Produksi, Jadi, Peningkatan Produksi Secara Tidak Langsung
3.         Pencipta organisasi Lini
Terdapat pemusatan wewenang pada tingkat pimpinan organisasi, sehingga berbagai fungsi berpusat dalam tangan pimpinan tertentu, karena dengan tegas memisahkan bidang kegiatan pimpinan (manajerial sebagai pusat wewenang) dan bidang kegiatan teknis (nonmanajerial).
Akibatnya, muncul persyaratan tertentu (generalis,serba bisa,berpengetahuan luas) bagi jabatan pimpina, yang berbeda dari pekerja teknis/spesialis yang berpengtahuan kejuruan.
4.         Ruang Lingkup teori manajemen
Skop manajemen yang dikembangkan lebih luas, karena berhasil mengemukkan asas asas manajemen yang lebih umum/luas (14 asas berhasil mengungkapkan kegiatan-kegiatan/fungsi-fungsi utama perusahaan industry, yaitu : technical/production, commercial, financial security, accounting dan statistic, management)berhasil mengemukakan fungsi-fungsi manajemen yaitu : planning,organizing,commanding,coordinating, dan controlling (POC3).
Henry Fayol Dikenal Sebagai Bapak Manajemen Modern
F.W. Taylor
1.         Pengembangan metode – metode kerja yang terbaik
2.         Pemilihan serta pengembangan para pekerja.
3.         Usaha untuk menghubungkan dan mempersatukan metode kerja yang terbaik dengan para pekerja yang terpilih dan terlatih
4.         Kerja sama yang harmonis antara manajer dan nonmanajer untuk merencanakan pekerjaan


Harrington Emerson
1.         Memberi batasan tujuan dengan tegas.
2.         Pikiran yang sehat.
3.         Nasihat (konsultasi)yang konsuken.
4.         Tata tertib.
5.         Penjelasan yang jujur
6.         Laporan yang dapat dipercaya,segara dan memadai.
7.         Pengiriman (penyaluran).
8.         Standardisasi operasi.
9.         Keadaan yang distandarkan
10.     Standardisasi operasi
11.     Pengubahan instruksi praktis yang standar.
12.     Pengahargaan keefektifan
Kesimpulan bahwa asas (prinsip) adalah kebenaran umum yang memberikan dasar pemikiran,keyakinan, dan pedoman pemecahan problem,pelaksanaannya fleksibel serta disesuaikan dengan situasi,kebutuahn dan keadaan – keadaan khusus jadi, tidak semua asas itu harus dilakukan.

C. ILMU DAN SENI MANAJEMEN
Ilmu (Science) adalah sekumpulan pengetahuan yang telah disistematisasikan,dikumpulakn, dan diterima menurut pengertian kebenaran umum mengenai keadaan suatu subejk dan objek tertentu.

Science management (manajemen ilmiah) adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disistematisasi dan diterima menurut pengertian kebenaran –kebenaran universal mengenai manajemen.
Scientif management adalah manajemen yang menggunakan ilmu (science) dan scientific method
Scientif method adalah suatu pendekatan yang tepat terhadap suatu objek ilmu dan tujuan utamanya ialah untuk menambah pengetahuan yang sudah ada.
Scientific management memliki cirri –ciri sebagai berikut.
a. tersusun secara sistemats/teratur
b. dapat dipelajari dan diajarkan
c. menggunakan metode – metode ilmiah
d. dapat dijadikan suatu teori
e. objektif dan rasional
Scientific manager adalah manajer yang menggunakanscience dan scientific method dalam usaha memimpin kegiatan-kegiatan bawahan nya melalui fungsi-fungsi manajemen.
Seni (art) adalah suatu kreativitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan.
Science mengajarkan kepada orang suatu pengetahuan,sesdangkan art (seni) mendorong orang untuk berpraktek.
Seni manajemen meliputi kecakapan untuk melihat totalitas.
Seni manajemen meliputi percakapan untuk melihat totalitas dari bagian –bagian yang terpisah dan berbeda-beda,kecakapan untuk menciptkan sesuatu gamabarn tentang visi tertentu, kecakapan untuk menyatakan visi tersebut dengan skils (keterampilan) atau kecakapan yang efektif.
Manajer adalah seorang ilmuwan dan sekaligus seniman, yang mengandalkan diri pada ilmu, ia pun harus mempunyai “firasat,keyakinan-keyakinan ,kreativitas” dan menguasai cara-cara “penerapannya”.karena itu seorang yang mempunyai pengetahuan luas tentang manajemen bisa saja gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang manajer yang kompeten, jika ia kurang menguasai art of management (seni manajemen).

PERBEDAAN ANTARA SCIENCE DAN ART
    Science / Ilmu                                                               Art/Seni
1. Berkembang secara teoritis                                       1. Berkembang secara prkatis
2. membuktikan                                                            2. merasa
3. meramalkan                                                              3. menerka
4. Memberikan definisi                                      4. Menguraikan/mengajarkan
5. Memberikan kepastian/ukuran                                   5. Memberikan pendapat

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu mengajarkan kita tentang sesuatu,sedangkan seni/art mengajrkan kita bagimana sesuatu hal dilakukan.
Pendekatan ilmu yang dilakukan oleh para ahli dikenal atas”pendekatan klasik dan pendekatan modern”kedua cara pendekatan ini mempunyai perbedaan yang sifatnya gradual saja,sebagai berikut.
1.         Pendekatan klasik lebih memfokuskan analisis spesialisasi dan penguraian yang sifatnya mikro. Sedangkan pendekatan modern lebih memfokuskan teori dengan penguraian kepada perpaduan dan perencanaan,menyajiak seluruh (generalisasi) pandanag yang dibutuhkan, jadi sifatnya makro (generalis).
2.         Pendekatan klasik (ilmu klasik) penggunaanya (sifanya)unidermensi, jadi cenderung kepada hal – hal yang terbatas,sedangkan pendekatan modern cenderung pandangannya”multidimensi” jadi penggunaan kepada hal – hal yang luas.
3.         Pendekatan klasik terhadap manajemen/organisasi lebih memfokuskan pada internal (metode dan prosedur kerja),sedangkan pendekatan  modern generalis meliputi metode,prosedur, dan system (internal dan eksternal) –nya.
Metode adalah cara – cara pelaksanaan kerja dengan seefisien mungkin atas sesuatu tugas yang diperoleh dengan memperhitungkan segi-segi tujuan,peralatan,fasilitas,tenaga kerja,waktu,ruang, dan baiay –biaya yang tersedia (penulis).
Prosedur kerja adalah tata kerja yang merupakan suatu rangkaian,sehingga menunjukkan suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian sesuatu bidang pekerjaan (penulis).
System adalah suatu rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang kemudian membenttuk suatu kebulatan yang teratur dalam rangka melaksanakan suatu bidang pekerjaan (penulis).
System adalah suatu proses yang terdiri dari berbagai unsure atau komponen yang satu sama lain berkaiatn secara struktual dan fungsional, saling menunjang dan mengisi,sesuai dengan peranan dan kedudukan masing – masing, namun keseluruhannya secara mutlak didukung oleh setiap komponen, betapapun kecil nilainya. (Prof. Dr. Didi Admadilaga)
System dapat dianngap sebagai suatu keseluruhan yang teoraganisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan dengan cara tertentu dan yang ditujukan kea rah tujuan tertentu (G.R Tery).
Jadi setiap system mengandung masukan proses,output dan merupakan suatu kesatuan yang bekerja sendiri. Akan tetapi setiap system berkaitan pula dengan suatu system yang lebih luas dan lebih tinggi tingkatnnya maupun dengan subsistem-subsistemnya sendiri yang mewakili integrasi berbagai system dari tingkat lebih rendah.







BAB II
TUJUAN,BIDANG, DAN MAZHAB MANAJEMEN

A.     TUJUAN MANAJEMEN
Tujuan-tujuan ini dapat dikaji  dari beberapa sudut dan diebdakan sebagai berikut .
1.    Menurut tipe-tipenya, tujaun dibagi atas:
a. profit objectives, bertujuan untuk mendapatkan laba bagi para pemiliknya.
b. service objectives, bertujuan untuk meberikan pelayanan yang baik bagi konsumen dengan mempertinggi nilai barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen
c. social objectives, bertujuan meningkatkan nilai guna yang diciptkan perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat.
d. personal objectives, bertujuan agar para karywan secara individual economic,social psychological mendapat kepuasan di bidang pekerjaannya dalam perusahaan.
2.    Menurut prioritasnya, tujuan dibagi atas
a.    Tujuan primer,
b.    Tujuan sekunder,
c.    Tujuan individu dan
d.    Tujuan social.
3.    Menurut jangka waktunya,tujuan dibagi atas:
a.    Tujuan jangka panjang,
b.    Tujuan jangka menengah, dan
c.    Tujuan jangka pendek.
4.    Menurut sifatnya, tujuan dibagi atas:
a.    Management objectives, tujuan dari segi efktif yang harus ditimbulakn oleh manajer
b.    Managerial objectives, tujuan-tujuan yang harus dicapai daya upaya atau kreativitas-kreativitas yang bersifat manajerial.
c.    Admintrative objectives, tujuan-tujuan yang pencapainnya memerlukan administrasi
d.    Economic objectives, tujuan –tujuan yang bermaksud memenuhi kebutuhan-kebtuuhan dan memerlukan efisensi untuk pencapianya.
e.    Social objectives, tujuan berupa detail teknis,detail kerja dan detail karya.
f.      Work objectives, yitu tujuan-tujuan yang merupkan kondisi kerampungan suatu pekerjaan.
5.    Menurut tingkantnya, tujuan dibagi atas:
a.    Overall enterprise objectives, adalah tujuan semesta (generalis)yang harus dicapai oleh badan usaha secara keseluruhan.
b.    Divisional objectives, adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap divisi
c.    Departementtal objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh masing – masing bagian
d.    Sectional objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh seksi
e.    Group objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh setiap kelompok urusan
f.      Individual objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh masing – masing indivdiu

6.    Menurut bidangnya, tujuan dibagi atas
a.    Top level objectives,adalah  tujuan –tujuan umum , menyeluruh dan menyangkut berbagai bidang sekaligus.
b.    Finance objectives, adalah tujuan -tujuan tentang modal
c.    Production objectives, adalah –tujuan tentang produksi
d.    Marketing objectives, adalah tujuan-tujuan mengenai bidang pemasaran barang dan jasa-jasa
e.    Office objectives, adalah tujuan-tujuan mengenai bidang ketatausahaan dan administrasi.
7.    Menurut motifnya, tujuan dibagi atas
a.    Public objectives, adalah  tujuan –tujuan yang harus dicapai berdasrakan ketentuan –ketentuan undang-undang Negara.
b.    Organizational objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai berdasarkan ketentuan-ketentuan anggaran dasar, anggarn rumah tangga, dan statuta organisasi yang bersifat zakelijk dan impersonal (tidak boleh berdasarkan pertimbnagn perasaan atau selera pribadi) dalam upaya pencapainnya.
c.    Personal objectives, adalah tujuan pribadi/individu (walaupun mungkin berhubungan dengan organisasi) yang yang dalam usaha pencapainya sangat dipengaruhi oleh selra ataupun pandangan pribadi.

Kesimpulan bahwa tujuan merupakan hal terjadinya proses  manajemen dan aktivitas kerja, tujuan beraneka macam, tetapi harus ditetapkan secara jelas,realistis, dan cukup menentang berdasrakan analisis data,informsia, dan pemilihan dari alternative –alternatif yang ada. Kecakapan manajer dalam menetapkan tujaun dan kemampuan memanfaatkan peluang, mencerminkan tingkat hasil yang dapat dicapainya.
Bagaiman cara menetapkan tujaun yang baik ?
1.    Tujuan-tujuan harus jelas dan ditetapkan berdasrkan hasil analisis data,informsai dan potensi yang dimiliki.
2.    Tujuan-tujuan harus ditetapkan manajer dan minta partisipasi karyawan pelaksana dalam proses penetapan tujuan, sehingga mereka antusias untuk mencapai tujuan.
3.    Setiap tujuan dalam suatu perusahaan harus membantu keseluruhan tujuan perusahaan, jadi harus saling menunjang secara keseluruhanya.
4.    Tujuan-tujuan harus mempunyai “ jangkaaun” tertentu dan meberikan kepuasan bagi karyawan dalam mengerjaknnya,sehingga meraka ingin berprestasi dan merasa berhasil melakukannya.tujuan-tujuan yang tepat dapat merangsang motivasi kerja para karyawan untuk menignkatkan produktivitasnya.
5.    Tujuan-tujuan harus realistis dan masuk akal  bagi orang yang bertanggung jawab untuk mencapainya juga harus realistis dipandang dari sudut hambatan –hambatan internal dan eksternal.
6.    Tujuan –tujuan harus bersifat komtemporer dan inovatif serta diterapkan up to date
7.    Tujuan-tujuan yang ditetapkan bagi setiap individu pelaksana harus sesuai dengan kemampuannnya, supaya gairah kerjanya baik.
8.    Tujuan-tujuan harus berurutan menurut kepentingan,sehingg perhatian akan dititberatkan pada tujuan-tujuan utamanya
9.    Tujuan –tujuan harus berimbang.aneka macam tujuan hendaknya tidak terlampau menekankan kepentingan tertentu.


B.     BIDANG – BIDANG MANAJEMEN
Unsur –unsur manajemen tu terdiri dari men,money,method,materials,machines, and market disingkat dengan 6M.
1. Men yaitu tenaga kerja manusia, baik enaga kerja pimpinan maupun tenaga kerja operasional/pelaksana
2. Money yaitu uang yang dibtukan untuk mencapai tujaun yang diinginkan
3. Methods yaitu cara – cara yang dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan.
4. Materials yaitu bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan
5. Machines yaitu mesin-mesin/alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan untuk mecapai tujuan
6. Market yaitu pasar untuk menjual barang jasa –jasa yang dihasilkan

Setiap unsur manajemen ini berkembang menjadi bidang manajemen yang mempelajari lebih mendalam perananya dala mencapai tujuan yang diinginkan.
Bidang-bidang manajemen dikenal atas.
1. Manajemen sumber daya manusia
2. Manajemen permodalan/pembelajaan
3. Manajemen akuntansi biaya
4. Manajemen produksi
5. Manajemen pemasaran
6. Methods adalah cara/system-sistem yang dipergunakan dalam setiap bidang manajeman untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna setiap unsure manajemen.
Pembahasan singkat tentang bidang –bidang manajemen di atas adalah sebagai berikut
1. Manajemen sumber daya manusia
Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan snei mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja, agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan.
2. Manajemen permodalan/pembelajaan
Dalam manajemen permodalan,pembahasan lebih dititik beratkan “bagimaan menarik modal yang cost of money nya relative rendah dan bagaimana memanfaatkan modal (uang) suapaya lebih berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai tujuan”tegasnya bagaiman mengelola/mengatur dana/uang, supaya mendapatkan keuntungan yang wajar.
3. Manajemen akuntansi biaya.
Pokok pembahasan dalam manajemen akuntansi biaya ini adalah “ bagaimana caranya, supaya harga pokok barang atau jasa yang dihasilkan relative rendah dan dengan kualitas yang baik.

4. Manajemen produksi
     Hal-hal pokok yang dibahas dalam manajemen produksi ini meliputi masalah “penentuan/penggunaan mesin-mesin,alat-alat,lay out peralatan dan cara – cara untuk memproduksi barang/jasa suapay kualiastnya relatif baik. Jadi, membahas penegrtian produksi, tata ruang perusahaan perawatan, dan lain sebagainya.

5. Manajemen pemasaran
Masalah-masalh poko yang diatur dalam manajemen pemasaran ini lebih dititikberatkan tentang cara penjualan barang,jasa,pendistribusikan,promosi produksi sehingga konsumen merasa tertarik untuk mengkomsumsinya. Jadi, mengatur bagaiman supaya barang dan jasa – jasa dapat terjual seoptimal mungkin dan dengan mendapat laba yang wajar.


C.     MAZHAB – MAZHAB MANAJEMEN
Menurut G.R Terry mazhab –mazhab manajemen itu adalah
1.    Mazhab manajemen berdasarkan kebiasaan (management by costum school)
2.    Mazhab manajemen ilmiah (scientific management social)
3.    Mazhab prilaku (behavior school)
4.    Mazhab sosial (the social school)
5.    Mazhab manajemen system (system management school)
6.    Mazhab manajemen berdasarkan keputusan (decisional management school)
7.    Mazhab pengukuran kuantitatif (quantitative measure)
8.    Mazhab proses manajemen (management process)
9.    Mazhab manajemen menurut keadaan (contingency management school)

1.    Mazhab manajemen berdasarkan kebiasaan
Menurut mazhab ini,memimpin,mengatur, mengambil keputusan, pemecahan penyelesaian masalah dan lain sebagainya hanya didasarkan atas kebiasaan kebiasaan yang telah dilakukan oleh pihak – pihak lain, sehingga tidak menimbulkan kreasi-kreasi baru dan menghilangkan daya piker dan kreativitas.
2.    Mazhab manajemen ilmiah
Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri, justru manajerlah yang harus menyebabkan orang klain melakukannya, berdedikasi dan berpatisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Manajer dalam melakukan wewenang kepemipinannya haruslebih mengetahui prilaku,keinginan, dan kebutuhan para bawahannya.
3.    Mazhab prilaku
4.    Mazhab sosial
5.    Mazhab manajemen system
6.    Mazhab manajemen berdasarkan keputusan
Titik berat mazhab ini terletak pada keputusan – keputusan manajerial. Menurut mazhab ini, pengambilan keputusan-keputusan merupakn tugas utama seorang manajer. Sesuatu keputusan manajerial bukan saja merupakan”apa yang harus dilakukan”.tetapti juga”bagaimana dan bilamana harus melakukannya.
7.    Mazhab pengukuran kuantitatif
Cirri-ciri mazhab ini,adalah :
a. mengoptimalkan hasil (output) dari input (masukan)
b. menggunakn model –model matematis.
Mengoptimalkan hasil (laba) dimasudkan memperbesar perbandingan antara output dan input. Hal ini bearti bahwa  harus semua factor terkait dtingkatan misalnya : efisiensi, efektivitas,produktivitas,penjualndan lani –lanyan harus ditingkatakn secara optimal, demi tercapainya laba yang optimal.
8.    Mazhab proses manajemen
Para penganut mazhab ini mengganp bahwa manajemen merupakan serangkaian aktivitas yang terdiri dari sub-subaktivtas tertentu.serangkaian aktivitas ini dilakukan dalam fungsi –fungsi manajemen yang merupakan sebuah proses yang unik yakni proses manajemen. Proses ini diangap sebagai esensi manajemen dan umunya dianggap sebagai bahan studi yang efektif bagi orang yang baru mulai mempelajari ilmu manajemen.
9.    Mazhab manajemen menurut keadaan
Suatu pandagan kontinegnsi merupakan suatu cara berpikir dalam usaha memimpin suatu organisasi. Pandangan ini emnciptkan diagnosis yang menimbulkan managerial action yang sesuai dengan keadaan tertentu.















BAB 8
PENGORGANISASIAN DAN ORGANISASI
PENGERTIAN PENGORGANISASIAN DAN ORGANISASI
            Pengorganisasian adalah fungsi manajemen dan merupakan suatu proses yang dinamis, sedangkan organisasi merupakan alat atau wadah yang statis. Pengorganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan,pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagi kan pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan departemen-departemen (subsistem) serta penentuan hubungan-hubungan.
Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
·       Pengorganisasian adalah suatu proses penentuan.pengelompokkan dan pengaturan bermacam-macam aktivitas yang diperlukan untuk mencapai tujuan, menempatkan orang-orang pada setiap aktivitas ini, menyediakan  alat-alat yang diperlukan, menepatkan wewenang yang secara relatif didelagasikan kepada setiap individu yang akan melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.
George R.Terry
·       Pengorganisasian adalah tindakan mengusahakan hubungan-hubungan kelakuan yang efektif antara orang-orang, sehingga mereka dapat bekerjasama secara efisien dan dengan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai tujuan atau sasaran tertentu
Koontz dan O’Donnel
·       Fungsi pengorganisasian manajer meliputi penentuan penggolongan kegiatan –kegiatan yang diperlukan untuk tujuan-tujuan perusahaan, pengelompokkan kegiatan-kegiatan tersebut kedalam suatu bagian yang dipimpin oleh seorang manajer, serta melimpahkan wewenang untuk melaksanakannya.
Louis A. Allen
·       Kita dapat mendefinisikan organisasi sebagai proses penentuan pengelompokkan pekerjaan yang akan dikerjakan, menetapkan dan melimpahkan wewenang dan tanggung jawab dengan meksud untung memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam mencapai tujuan.

Drs. M. Manullang
·       Organisasi dalamarti dinamis adalah suatu proses penetapan dan pembagian pekerjaan yang akan dilakukan, pembatasan tugas-tugas atau tanggung jawab serta wewenang dan penetapan hubungan-hubungan antara unsur-unsur organisasi , sehingga memungkinkan orang-orang dapat bersama-sama seefektif mungkin untuk pencapaian tujuan. Secara singkat organisasi adalah suatu perbuatan diferensiasi tugas-tugas.
Drs. Soekarno K.
·       Pengorganisasian adalah fungsi manajemen, sifatnya dinamis dan merupakan proses untuk memperoleh organisasi yang menjadi alat dan wadah manajer melakukan aktivitas-aktivitasnya dalam mencapai tujuan
Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
·       Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstuktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu.
Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja
James D. Mooney
·       Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester  I. Barnard
·       Organisasi adalah suatu sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Koontz dan O’Dannel
·       Organisasi adalah hubungan struktural yang mengikat dan menyatukan perusahaan dan kerangka dasar tempat individu-individu berusaha, dikoordinasi.
Stephen P. Robbins
·       Perilaku organisasi adalah satu bidang ilmu yang menyelidiki dampak dari individu, kelompok dan struktur atas perilakunya di dalam organisasi. Dengan tujuan untuk menerapkan ilmu tersebut guna meningkatkan efektivitas organisasi.
Keith Davis
·       Perilaku organisasi adalah studi dan aplikasi dari ilmu tantang  bagaimana orang berperilaku dalam organisasi.
Fred Lunthans
·       Perilaku organisasi secara langsung berkaitan dengan permohonan, peramalan dan pengendalian dari perilaku manusia dalam organisasi
March dan Simon
·       Organisasi adalah sistem kompleks yang terdiri dari unsur psikologis, sosiologis, teknologis dan ekonomis yang dalam dirinya sendiri membutuhkan penyelidikkan yang intensif.
Philip Senznick
·       Organisasi adalah suatu sistem yang dinamis yang selalu berubah dan menyesuaikan diri dengan tekanan internak,eksternal, dan selalu dalam proses evolusi yang kontinu.
Prof. Dr. Mr. S. Pradjudi Atmosudiro
·       Organisasi adalah stuktur tata pembagian kerja dan stuktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerja sama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu
Aspek-aspek penting dari definisi-definisi di atas adalah:
1.      Adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai.
2.      Adanya sistem kerja sama yang terstruktur dari sekelompok orang.
3.      Adanya pembagian kerja dan hubungan kerja dan hubungan kerja antara sesama karyawan.
4.      Adanya penetapan dan pengelompokkan pekerjaan yang terintegrasi.
5.      Adanya keterikatan formal dan tata tertib yang harus ditaati
6.      Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
7.      Adanya unsur-unsur dan alar-alat organisasi.
8.      Adanya penempatan orang-orang dn alat-alat organisasi.
Kenapa organisasi itu sangat penting?
Organisasi sangat penting dalam manajemen, karena:
1.      Organisasi adalah syarat utama adanya manajemen. Tanpa organisasi manajemen itu tidak ada.
2.      Organisasi formal merupakan wadah dan alat pelaksanaan proses manajemen dalam mencapai tujuan
3.      Organisasi adalah termpat kerja sama forrmal dari sekelompok orang dalam melakukan tugas-tugasnya.
4.      Organissi mempunyai tujuan yang ingin dicapai
Unsur-unsur organisasi
1.      Manusia(human factor),artinya organisasi baru ada jika ada unsur manusia  yang bekerja sama, ada pemimpin dan ada yang di pimpin (bawahan).
2.      Tempat kedudukan, artinya organisasi baru ada, jika ada tempat kedudukannya.
3.      Tujuan, artinya organisasi baru ada  jika ada tujuan yang ingin dicapai.
4.      Pekerjaan, artinya organisasi itu baru ada, jika ada pekerjaan yang akan dikerja kan serta adanya pembagian pekerjaan.
5.      Stuktur, artinya organisasi itu baru ada, jika ada hubungan dan kerja sama antara manusia yang satu dengan yang lainnya.
6.      Teknologi, artinya organisasi itu baru ada , jika terdapat unsur teknis.
7.      Lingkungan artinya organisasi itu baru ada, jika ada lingkungan yang saling mempengaruhi misalnya ada sistem kerja sama sosial.
Hubungan-hubungan dalam organisasi
Hubungan-hubungan ini dalam suatu organisasi dapat digolongkan atas:
a. Line relations
b. Funtional relations
c. Staff relations
d, Coordination relations

George R. Terry
1.      Hubungan konkret ( real sense), menunjukkan hubungan antara manusia  (karyawan dengan karyawan) sebagai akibat organisasi.
2.      Hubungan abstrak, menunjukkan hubungan pekerjaan antara bagian dengan bagian, departemen dengan departemen.
V.A Graicunas
1.      Direct single relationship (hubungan tunggal langsung)  adalah hubungan antara atasan langsung dengan seorang bawahanya
2.      Direct group relationship (hubungan kelompok langsung), adalah hubungan langsung antara atasan dengan bawahannya
3.      Cross relationship (hubungan silang) adalah hubunga antara bawahan dengan bawahan yang disaksikan oleh atasan.
Drs. H. Malayu  S.P Hasibuan
·        Hubungan vertikal, baik hubungan konkrit maupun hubungan abstrak.
Hubungan konkret, yaitu hubungan individu atasan dengan individu bawahannya.
Hubungan abstrak , yaitu hubungan pekerjaan (bagian) yang satu dengan pekerjaan (bagian)  lainnya yang diintegrasikan. Misalnya pada perusahaan garmen hubungan bagian tukang gunting dengan bagian tukang jahit.

·        Hubungan  horizontal , baik hubungan konkrit maupun hubungan abstrak.
Hubungan konkret, yaitu hubungan antara individu karyawan yang sama golongannya sebagai akibat organisasi.
Hubungan abstrak, yaitu hubungan pekerjaan (bagian) yang satu dengan pekerjaan (bagian) lain yang harus dikoordinasi. Misalnya bagian tukang gunting pakaian orang dewasa dengan tukang gunting pakaian anak-anak.
Organisasi terdiri dari :
1. Pengaturan yang berorientasi sasaran, orang-orang dengan tujuannya (goal oriented   arragement
2. Orang-orang dengan berinteraksi dalam kelompok (psyhosocial system)
3. Orang dengan menggunakan pengetahuan dan teknik (techonology system)
4. Interaksi kegiatan-kegiatan yang terstruktur serta orang-orang bekerja sama dalam hubungan-hubungan yang berpola (struktur system)
B. ASAS-ASAS ORGANISASI
   Untuk terwujudnya suatu organisasi yang baik, efektif, efisien, serta sesuai dengan kebutuhan, secara selektif harus didasarkan pada asas-asas (prinsip-prinsip) organisasi sebagai berikut :
1.      Princple of organizational (asas tujuan organisasi)
Menurut asas ini tujuan organisasi harus jelas dan rasional, apa bertujuan untuk mendapatkan laba (business organization) ataukah untuk memberikan pelayanan (public organization). Hal ini merupakan bagian penting dalam menentukan struktur organisasi.

2.      Princple of unity of objective (asas kesatuan tujuan)
Menurut asas ini, di dalam suatu organisasi (perusahaan) harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Organisasi secara keseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut. Organisasi akan kacau jika tidak ada kesatuan tujuan.

3.               Princple of unity of command (asas kesatuan perintah)
Menurut asas ini, hendaknya setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawabannya hanya kepada satu orang atasan, tetapi seorang atasan dapat memerintah beberapa orang bawahan.
4.               Princple of the span of management (asas tentang kendali)
Menurut asas ini seorang manajer hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahabn tertentu, misalnya 3 sampai 9 orang. Jumlah bawahan ini tergantung kecakapan dan kemampuan manajer bersangkutan.
5.               Princple of delegation of authority (asas pendelegasian wewenang)
Menurut asas ini, hendaknya pendelegasian wewenang dari seorang  atau sekelompok orang kepada orang lain jelas dan efektif, sehingga ia mengetahui wewenangnya .
6.               Princple of parity of authority and responsibility (asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab)
Menurut asas ini, hendaknya wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Wewenang yang didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul karenanya harus sama besarnya, hendaknya wewenang yang dideligasikan tidak meminta pertanggungjawaban yang lebih besar dari wewenang itu sendiri atau sebaliknya. Misalnya, jika wewenang sebesar X, tanggung jawabnya pun harus sebesar X pula.
7.               Princple of responsibility (asas tanggung jawab)
Menurut asas ini, hendaknya pertanggungjawaban dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang (line authority) dan  pelimpahan wewenang. Seorang hanya bertanggung jawab kepada orang yang melimpahkan wewenang tersebut.
8.               Princple of departmentation (princple of devision of work = asas pembagian kerja)
Menurut asas ini, pengelompokkan tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan, atau kegiatan-kegiatan yang sama ke dalam suatu unit kerja (departemen) hendaknya didasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan tersebut.
9.               Princple of personnel placement (asas penempatan personalia)
Menurut asas ini, hendaknya penempatan orang-orang pada setiap jabatan harus didasarkan atas kecakapan, keahlian, dan keterampilannya 9the right man, in the right job): mismanagement penempatan harus dihindarkan. Efektivitas organisasi yang optimal memerlukan penempatan karyawan yang tepat. Untuk itu harud dilakukan seleksi yang objectif dan berpedoman atas job spesification dari jabatan yang akan diisinya.
10.           Princple of scalar chain (asas jenjang berangkai)
Menurut asas ini, hendaknya saluran perintah atau wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek. Sebaliknya pertanggungjawaban dari bawahan ke atasan juga melalui mata rantai vertikal, jelas dan menempuh jarak terpendeknya. Hal ini penting, karena dasar organisasi yang fundamental adalah rangkaian wewenang dari atas ke bawah. Tindakan dumping hendaknya dihindarkan.
11.           Princple of efficiency (asas efisiensi)
Menurut asas ini, suatu organisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang optimal dengan pengorbanan yang minimal.
12.           Princple of continuty (asas kesinambungan)
Organisasi harus mengusahakan cara-cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
13.           Princple of coordination ( asas koordinasi)
Asas ini merupakan tindak lanjut dari asas-asas organisasi lainya. Koordinasi di maksudkan untuk mensinkronkan dan mengintegrasikan segala tindakan, supaya terarah kepada sasaran yang ingin di capai.
Tanda-tanda ciri-ciri organisasi yang baik dan efektif , antara lain adalah :
1. Tujuan organisasi itu jelas dan realistis
2. Pembagian kerja dan hubungan pekerjaan antara unit-unit, sub-subsistem atau bagian-   bagian harus baik dan jelas.
3. Organisasi itu harus menjadi alat dan wadah yang efektif dalam mencapai tujuan.
4. Tipe organisasi dan strukturnya harus sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
5. Unit-unit kerja (departemen-bagiannya) ditetapkan berdasarkan atas eratnya hubungan pekerjaan.
6. Job description setiap jabatan harus jelas dan tidak ada tumpang tindih pekerjaan.
7. Rentang kendali setiap bagian harus berdasarkan volume pekerjaan dan tidak boleh terlalu banyak.
8. Sumber perintah dan tanggung jawab harus jelas, melalui jarak yang terpendek.
9. Jenis wewenang (authority) yang di miliki setiap pejabat harus jelas.
10. Mismanajemen penempatan karyawan tidak ada.
11. Hubungan antara bagian dengan bagian lainnya jelas dan serasi.
12. Pendelegasian wewenang harus berdasarkan job description karyawan.
13. Diferensiasi, koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi harus baik.
14. Organisasi harus luwes dan fleksibel
15. Organisasi harus mempunyai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
·                    Organisasi adalah suatu sistem perserikatan, berstuktur dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi ini hanya menjadi wadah dan alat untuk melakukan proses manajemen tersebut.

·                    Pengorganisasian merupakan proses dengan mana stuktur organisasi di buat dan ditegakkan. Proses ini meliputi ketentuan kegiatan-kegiatan yang spesifik yang perlu untuk menyelesaikan senua tujuan organisasi, pengelompokkan kegiatan tersebut berkaitan dengan susunan yang logis dan tugas dari kelompok kegiatan ini bagi suatu jabatan atau orang yang bertanggungjawab.

·                    Tegas nya proses pengorganisasian adalah meliputi pembatasan dan penjumlahan tugas-tugas, pengelompokkan dan pengklasifikasian tugas-tugas serta pendelegasian wewenang di antara karyawan perusahaan.
PROSES (LANGKAH-LANGKAH) PENGORGANISASIAN
1. Manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai, apakah profit motive atau sevice motive.
2. Penetuan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengetahui, merumuskan, dan menspesifikasikan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan
organiasi dan menyusun daftar kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.
3. Pengelompokan kegiatan-kegiatan, artinya manajer harus mengelompokkan kegiatan-kegiatan kedalam beberapa kelompok atas dasar tujuan yang sama. Kegiatan-kegiatan yang bersamaan dan berkaitan erat disatukan kedalam satu departemen atau satu bagian.
4. Pendelegasian wewenang, artinya manajer harus menetapkan besarnya wewenang yang akan didelegasikan kepada setiap departemen.
5. Rentang kendali, artinya manajer harus menetapkan jumlah karyawan pada setiap departemen atau bagian.
6. Peranan perorangan, artinya manajer harus menetapkan dengan jelas tugas tugas setiap individu karyawan, supaya tumpang tindih tugas dihindarkan.
7. Tipe organisasi, artinya manajer harus menetapkan tipe organisasi apa yang harus dipakai, apakah line organization, line and staff organization ataukah functional organization.
8. Struktur (organization chart = bagian organisasi), artinya manajer harus menetapkan struktur organisasi yang bagaimana yang akan dipergunakan, apa struktur organisasi “segitiga vertikal, segitiga horizontal, berbentuk lingkaran, berbentuk stengah lingkaran, berbentuk kerucut vertikal/horizontal ataukah berbentuk oval”
Apakah pengertian dan manfaat struktur organisasi itu:

Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan
Struktur organiasi adalah suatu gambar yang menggambarkan tipe organisasi, pendepartemenan organiasi kedudukan dan jenis wewenang pejabat, bidang dan hubungan pekerjaan, garis perintah dan tanggung jawab, rentang kendali dan system pimpinan organisasi.
Suatu struktur organisasi akan memberikan informasi tentang:
1. Tipe organisasi
2. Pendepartemenan organisasi
3. Kedudukan
4. Jenis wewenang
5. Rentang kendali
6. Manajer dan bawahan
7. Tingkatan manajer
8. Bidang pekerjaan
9. Tingkat manajemen
10. Pimpinan organisasi

Struktur Organisasi Berbentuk Segitiga Vertikal dan Horizontal
Kebaikannya:
1. Tingkatan manajer dan kedudukan setiap karyawan mudah dan jelas diketahui.
2. Garis perintah dan tanggung jawab mudah dan jelas diketahui.
3. Rentang kendali jelas mudah dan jelas diketahui.
4. Posisi kedudukan setiap karyawan mudah dan jelas diketahui.
5. Jenis wewenang yang dimiliki setiap pejabat mudah dan jelas diketahui.
6. Pimpinan organisasi mudah dan jelas diketahui.
7. berapa tingkat organisasi mudah dan jelas diketahui.
Kelemahannya:
1. Pimpinan kolektif (presidium) tidak dapat di gambarkan.
2. Top manager kelihatan hanya mempunyai authority kedalam organisasi saja.
Bentuk segitiga ini paling banyak digunakan
Struktur Organisasi Berbentuk Lingkaran
Kebaikannya:
1. Top manager kelihatan memiliki wewenang ke tiap penjuru
2. Top manager kelihatan sebagai sentral keputusan
Kelemahannya:
1. Untuk mengetahui kedudukan atasan dan bawahan agak sulit
2. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab tidak jelas.
3. Kedudukan seorang bawahan dapat kelihatan sebagai atasan
4. Demikian juga misalnya bawahan
5. Kedudukan staff sulit di gambar
Struktur Organisasi Berbentuk Setengah Lingkaran
Pada bentuk ini kelemahan sama dengan yang berbentuk lingkaran. Perbedaan nya terletak, bahwa bawahan middle manager terletak diluar lingkaran pertama.bentuk ini kurang pupuler dan jarang digunakan orang.
Struktur Organisasi Berbentuk Setengah Kerucut
Pada prinsipnya sama dengan struktur organisasi yang berbentuk kerucut vertikal dan horizontal ini pada prinsipnya sama dengan yang berbentuk segitiga “vertikal ataupun horizontal”. Perbedaannya terletak pada struktur yang berbentuk segitiga, menunjukkan bahwa “pimpinan puncak (top manager)-nya tunggal atau seseorang”, sedang struktur organisasi yang berbentuk kerucut, menunjukkan bahwa “pimpinan puncak (tp manager)- nya kolektif (preesidium = beberapa orang)”
Struktur Organisasi Berbentuk Setengah Oval
Struktur seperti ini sering digunakan pada perundingan politik, dalam perundingan Negara yang sedang berselisih, biasanya meja yang digunakan untuk berunding adalah meja yang berbentuk oval. Hal ini mencerminkan bahwa setiap negara mempunyai kedudukan yang sama tinggi derajatnya. Semakin dekat tempat duduknya kemeja perundingan, semakin besar peranannya dalam perundingan tersebut. Struktur orgainsasi kurang populer dan jarang dipakai dalam perusahaan.
Dalam suatu struktur organisasi ada tiga garis ,garis merupakan petunjuk jenis authority yang dimiliki pejabatnya:
1. Line authority, garis komando, simbolnya ( __________ )
2. Staff authority simbolnya (------------)
3. Functional authority, simbolnya ( )
Rentang Kendali
Rentang (span of management = span of control = span of executive = span of authority) sangat perlu dalam pengorganisasian, karna berhubungan dengan pembagian kerja, koordinasi, dan kepemimpinan seorang pemimpin (manajer) Rentang kendali perlu dalam suatu organisasi karna adanya (limits factor) keterbatasan manusia, yaitu:
1. Keterbatasan waktu, pada saat yang sama seorang manajer tidak dapat melakukan berbagai macam pekerjaan.
2. Keterbatasan pengetahuan, semua pemimpin tidak mungkin dapat mengetahui semua pekerjaan dalam sebuah perusahaan.
3. Keterbatasan kemampuan, seorang manajer perusahaan kemampuannya terbatas
4. Keterbtasan perhatian, bahwa seorang manajer terbatas perhatiannya, ia tidak dapat memperhatikan semua masalah yang dilakukan bawahannya. Rentang kendali adalah jumlah bawahan langsung yang dapat dipimpin dan dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer (menurut penulis).
Faktor yang membatasi besar kecilnya rentang kendali:
1. Sifat dan terincinya rencana.
2. Latihan-latihan dalam perusahaan.
3. Posisi pemimpin dalam struktur organisasi.
4. Dinamis atau statisnya organisasi
5. Kemampuan dan kecanggihan komunikasi.
6. Tipe pekerjaan yang dilakukan.
7. Kecakapan dan pengalaman manajer.
8. Tingkat kewibawaan dan energi manajer.
9. Dedikasi dan partisipasi bawahan.
Graicunas is theory of relationships in organization ini, mengemukakan tiga jenis
hubungan (relationships), yaitu:
1. Direct single relationships (hubungan tunggal langsung), hubungan langsung antara atasan dengan bawahannya
2. Direct group relationships (hubungan kelompok langsung), yaitu hubungan langsung antara atasan dengan beberapa orang bawahannya secara langsung.
3. Cros relationships (hubungan silang), yaitu hubungan antara bawahan dengan bawahan disaksikan oleh atasan
Kesimpulan:
1. Semakin banyak rentang kendali maka smakin banyak pula hubungan hubungan yang harus dilakukan seorang manajer, sehingga kepemimpinannya kurang efektif
karena adanya limits factor
2. Semakin sedikit rentang kendali, semakin sedikit pula hubungan-hubungan yang dilakukan seorang manajer maka kepemimpinannya semakin efektif dan waktunya semakin banyak untuk memikirkan perusahaan.
3. Semakin banyak rentang kendali, maka semakin sulit pengendalian dan koordinasi.
Rentang Kendali versus Level Organisasi
Rentang kendali bertentangan dengan level (tingkatan) struktur organisasi. Jika rentang kendali semakin banyak maka level organisasi semakin pendek dan bagan organisasi melebar atau tingkatan-tingkatan organisasi semakin pendek. Kebaikan dan keburukan rentang kendali yang banyak (orgnization chart) yang melebar.
Kebaikannya:
1. Tingkatan-tingkatan manajer sedikit, biaya-biaya relatif kecil karena yang mendapat tunjangan semakin sedikit.
2. Jalur perintah dan tanggung jawab pendek, sehingga kominukasi efektif, karena hambatan-hambatan komunikasi akan lebih mudah di atasi.
3. Hambatan birokrasi dapat dihindarkan, karena tidak terlalu banyak pejabat yang harus dilalui untuk menyelesaikan suatu pekerjaan/urusan.
4. Departemen-depatemen organisasi sedikit.
Keburukannya:
1. Koordinasi sulit dilakukan, sebab mengkoordinasi bawahan yang banyak lebih
sulit daripada bawahan yang sedikit.
2. Pengarahan, pembinaan, dan pengendalian kurang efektif.
3. Spesialisasi tugas kurang mendalam.
Kebaikan dan keburukan rentang kendali sedikit (orgnization chart) level organisasi yang panjang:
Kebaikan:
1. Koordinasi relatif lebih mudah dilakukan, karena bawahan sedikit.
2. Pengarahan, pembinaan, dan pengendalian akan lebih efektif.
3. Spesialisasi tugas akan lebih mendalam.
4. Kerjasama, hubungan, dan kedisiplinan akan lebih baik.
Keburukannya:
1. Biaya lebih banyak, karena semakin banyak pejabat yang mendapat tunjangan jabatan.
2. Birokrasi semakin panjang, karena semakin banyak pejabat yang dilalui untuk menyelesaikan suatu tugas.
3. Jalur perintah dan tanggung jawab lebih panjang, sehingga kurang efektif.

Jenis-jenis authority (wewenang)
Line authority adalah fungsi-fungsi yang mempunyai tanggung jawab langsung atas tercapainya tujuan perusahaan.
Staff authority adalah fungsi yang tidak menyumbangkan secara langsung pencapaian tujuan perusahaan, tetapi melakukannya secara tidak langsung dengan membantu dan memberikan fasilitas, saran kepada pelaksanaan fungsi lini. Perbedaan antara line authority dengan staff authority:
1. Manajer yang punya authority bertanggung jawab langsung atas tercapainya tujuan perusahaan.
Sedangkan pemegang staff authority bertanggung jawab untuk membantu kelancaran kegiatan line authority.
2. Line authority mempunyai kekuasaan untuk memerintah, sedangkan staff authority hanya berwenang memberikan saran-saran, nasihat-nasihat dan informasi.
3. Line authority mempunyai kekuasaan untuk bertindak,sedangkan staff authority mempunyai wewenang untuk memikirkan atau berfikir dan menyarankan apa yang harus dilakukan oleh line manager.
Functional authority adalah hak untuk memerintah bagian-bagian yang lain sepanjang mengenai hal-hal khusus. Perlu dihayati bahwa hanya wewenang saja yang bias didelegsikan, sedangkan tanggung jawab tidak dapat didelegasikan, demikian juga wewenang pribadi atau wibawa pribadi.
Dasar pendepartemenan
Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen (baigian divisi kerja = susbsistem). Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan bersangkutan.
Apa asas \departemen tersebut?
Asas departemen adalah menglompokkan kegiatan-kegiatan yang sama dan berkaitan erat
kedalam suatu unit kerja (bagian).
Dasar-dasar departemen (basic departemen) ditentukan berdasarkan:
1. Enterprise function (fungsi-funsi perusahaan)
2. Management function (fungsi-fungsi manajemen)
3. process product (proses produksi)
4. product (produk)
5. Customer (dasar pasar/langganan)
6. Territory (dasar wilayah)
7. Time (dasar waktu/shift)
8. simple number (dasar jumlah)
9. Combination
10. Matriks
Enterprise function
Departemen yang terdapat dalam perusahaan adalah:
1. Departemen produksi (technical)
2. Departemen perdagangan (comercial)
3. Departemen keuangan (financial)
4. Departemen keamanan (security)
5. Departemen pembukuan (accounting)
6. Managerial (kepemimpinan)
Dasar pendepartemenan atas fungsi-fungsi perusahaan akan menguntungkan karena
memanfaatkan kecakapan spesialisasi dari setiap manajer. Peter F. Drucker dan Follet,
mengemukakan kelemahan pengelompokan ini, yaitu:
1. Pengelompokkan atas dasar fungsi perusahaan lebih mempersulit dan membuat
prestatsi menjadi sulit di ukur
2. Timbul masalah koordinasi pada puncak, yang menurut Follet “benag harus
dijalin dengan benang, kita tidak boleh menjalin benang dengan secarik kain
tenun yang sudah jadi”
Management Function
Jika pengelompokkan atas dasar fungsi-fungsi manajemen maka departemen yang
ada dalam perusahaan adalah:
1. Bagian pengembangan (planning and organizing)
2. Urusan Sumber Daya Manusia (USDM = staffing)
3. Pelaksana (Operasional = directing)
4. Audit (Pengendalian = controlling)
Procces product
Jika pengelompokan dilakukan atas proses produksi/peralatan, misalnya pabrik tekstil maka bagian-bagian (unit-unit kerja) yang ada dalam pabrik tekstil itu adalah “bagian pemintaan, bagian pertenunan, bagian pencelupan, dan bagian finishing”
Product
Jika pengelompokan dilakukan atas proses produksi/hasil maka departemen departemen yang terdpat dalam perusahaan tergantung banyaknya jenis produksi/hasilnya
Pengelompokkan ini mempunya kebaikan:
1. Perusahaan dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya kecakapan karyawan, dengan memberi kesempatan pada meraka untuk mengembangkan spesialsisasinya.
2. Peralatan yang diperlukan juga tertentu dan penyimpanannya tertentu juga.
3. Potensi dan produk yang menguntungkan mudah diketahui.
4. Manajer mana yang paling efektif dan kurang dapat diketahui.
5. Koordinasi atas suatu proyek/produksi lebih mudah dikakukan.
Keburukan:
1. Para anggota tim merasa kurang terjamin, karena walaupun proyek berhasil
mereka mungkin kehilangan pekerjaan.
2. Ada kecenderungan timbulnya persaingan yang kurang sehat diantara
departemen.
Customer
Jika pendepartemenan didasarkan atas customer (langganan) maka bagian bagian yang terdapat dalam perusahaan itu sesuai denganbarang-barang yang dijual.
Kebaikan:
1. Memudahkan konsumen mencari barang yang kan dibeli.
2. Memudahkan administrasi, dan persediaan cepat diketahui.
3. Mudah mengetahui barang-barang yang paling laku dan menguntungkan.
4. Mudah mengetahui manajer yang paling berhasil.
Keburukan:
1. Pengetahuan karyawan pada bidang lain tidak berkembang
2. Pekerjaan sangat membosankan pada karyawan.
Territory
Jika pengelompokan dilakukan atas territory yang ada dalam organisasi perusahaan itu sesuai dengan daerahnya operasinya. Disini memberikan peluang pada pengumpulan dan penyampaian informasi yang lebih cepat, sehingga mampu memberikan reaksi yang cepat terhadap masalah setempat.
Time
Pendepartemenan yang didasartkan atas waktu maka dalm organisasi perusahaan itu terdapat bagian-bagian/pengelompokkan berdasarkan waktu kerja.
Simple number
Pengelompokkan atas simple number dalam organisasi perusahaan itu terdapat “regu satu, regu dua, dan regu tiga”, regu satu nomor 1 s.d.50; regu dua 51 s.d.100, regu tiga 101 s.d.150, jadi masing-masing terdiri dari 50 orang.
Hal ini dilakukan karena jumlah buruh yang terlalu banyak, misal 150 orang yang bekerja pada waktu yang sama.


Combination
Pendepartemenan atas kombinasi dari pendepartemenan-pndepartemenan di atas dalam organiasi perusahaan besar atau multinasional sering dilakukan.
Matriks
Ini adalah salah satu konsep barudalam bidang organisasi, yang bukan saja terjadi pendepartemenan dengan suatu dasar tekhnis yang sangat mendalami, tetapi juga berdasarkan dasar manajemen. Supervisi bersifat dualistis yakni supervisi teknis dari pimpinan teknis dan supervisi admisnistratif.
Konsep ini menggunakan sebuah bentuk matriks, misal dalam organisasi terdapat 5 kelompok, yaitu A,B,C,D dan E, yang masing-masing mewakili 5 macam skill teknis yang berbeda, setiap kesatuan teknis mempunyai satu orang pemimpin.
Secara simultan dan menyilang service-service teknis tersebut terdapat kelompok kelompok admisnistratif yang terdiri dari 5 teknisi dari berbagai kelompok teknis tersebut.
Kelompok admistratif nomor 1 misalnya terdiri dari seorang teknikus dan setiap 5 kelompok teknis yang ada, sedangkan kelompok administratif nomor 2 tidak mempunyai teknikus dari kelompok teknikus dari kelompok teknis A, tetapi ada dua teknisi dari kelompok C,D dan E, harus hati-hati dalam penggunaan pendepartemenan menurut matriks.
Apapun dasar yang dipilih untuk pengelompokkan, akhirnya harus mempunyai
syarat-syarat tertentu, yaitu:
Pertama: setiap kelompok harus dapat dimanajemeni.
Kedua: pengelompokan harus berarti penyederhanaan dan bukan semakin
merumitkan pekrjaan.
Ketiga:sedapat mungkin struktur dasar seharusnya memanfaatkan penghematan ukuran, karna hal ini akan membangun hasil guna.
Keempat: pengelompokkan pada hakikatnya harus berlanjut pada pencapaian sasaran perusahaan.\pengelompoka itu masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Pengelompokan atas dasar wilayah menguntungkan dalam hal cepatnya reaksi terhadap faktor-faktor setempat.
Pengelompokkan berdasarkan customer –langganan-pasar memusatkan perhatian pada sumber kelangsungan hidup perusahaan pada masa depan.

Struktur Departemen Menurut Matriks
Pengelompokkan / pembagian kerja berdasarkan produk menyederhanakan akuntabilitas dan dengan demikian mengukukuhkan desentralisasi.
Pengelompokkan berdasarkan fungsi memudahkan personalia mencapai tingkat prestasi yang tinggi (tetapi mungkin tidak dapat dikukur) dengan spesialisasi.
Macam-macam organisasi
· Berdasarkan proses pembentukannya.
· Berdasarkan kaitan hubungan dengan pemerintah.
· Berdasarkan skala.
· Berdasarkan tujuannya.
· Berdasarkan organization chartnya
· Berdasarkan tipe-tipe bentuknya.
Berdasarkan proses pembentukannya.
· Organisai formal adalah organisasi yang dibentu secara sadar, diatur dengan
ketentuan-ketentuan formal
· Organisasi informal terbentuk tanpa disadari sepenuhnya, tujuannya tidak jelas.
Berdasarkan kaitan hubungan dengan pemerintah.
· Organisasi resmi, organisasi yang dibentuk oleh (ada hubungannya) dengan pemerintah
· Organisasi tidak resmi, organisasi yang tidak ada hubungannya dengan pemerintah.
Berdasarkan skala.
· Organisasi besar
· Organisasi menengah
· Organisasi kecil
Berdasarkan tujuannya
· Public organization, organisasi yang (nonprofit) tujuan untuk melayani kepentingan umum
· Business organization, organisasi yang didirikan untuk tujuan komersial.
Berdasarkan organization chart/bagan organisasinya
· Berbentuk segitiga vertikal(arrangement chart)
· Berbentuk segitiga horizontal
· Berbentuk kerucut vertikal/horizontal
· Berbentuk lingkaran dan atau setengah lingkaran
· Berbentuk bulat telur (oval)
Organization chart adalah suatu bentuk diagramatis yang menunjukkan aspek aspek penting suatu organisasi meliputi fungsi-fungsi utama dan hubungannya masing-masing.
Master chart adalah bagan atau skema yang menunjukkan seluruh struktur organisasi.
Sumplementary chart menggambarkan bagian-bagian atau komponen-komponen yang secara efektif serta memberikan lebih banyak detail.
Organization manuals adalah detail-detail tambahan yang disediakan untuk melengkapi keterangan-keterangan yng ditunjukkan oleh bagan organisasi.
Organization chart dan manual adalah alat bagi manajer, karena membantu untuk mendapatkan suatu tindakan manajerial yang baik.
Kesimpulan
Bagan organisasi mutlak harus dibuat dan diinformasikan secara jelas kepada semua karyawan. Karena dengan struktur inilah dapat diketahui garis wewenang dan tanggung
jawab.
Peter F. Drucker mengemukakan “analisis Tripertite Drucker” mengenai struktur organisasi, apakah apakah struktur itu dapat membantu mewujudkan prestasi perusahaan.
Analisis tiga pihak ini sebagai bagian dari ancaman diagnostik kita terhadap analisis organisasi.
Tujuan kegiatan menganalisis adalah menetapkan apakah yang harus dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuannya dan apakah kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling berhasil.
Ada 4 ciri keputusan yang berkaitan dengan pembuatan keputusan itu, yaitu:
1. Tingkat keputusan yang tergantung pada kadar masa depan yang terkandung Di dalam keputusan tersebut.
2. Cakupan pengaruh keputusan harus dipertimbangkan dan diperhitungkan. Sejauh mana dan pada tingkat mana fungsi-fungsi dan departemen lain dalam bisnis dipengaruhi oleh keputusan.
3. Tingkat subjektifitas atau faktor kualitatif yang mempengaruhi tingkat manajemen yang berkenaan dengan pengambilan keputusan.
4. Pentingnya suatu keputusan bergantung pada sering tidaknya keputusan itu timbul. Setelah dnilai dari 4 ciri diatas maka penugasan dalam pengambilan keputusan ditentukan apakah pada tingkat rendah ataukah dibuat pada tingkat yang menjamin dipertimbangkannya semua fungsi dan departemen yang terpengaruh.
Menganalisis hubungan-hubungan bertujuan untuk:
1. Menetukan siapa yang bekerjasama dengan manajer.
2. Menentukan kontribusi manajer itu bagi karya orang lain.
3. Menentukan kontribusi orang lain bagi karya manajer.
Ancangan yang lain dalam menentukan hubungan manajer yaitu:
1. Melihat mereka yang ada dibawah pengndaliannya, kemudian menentukan sifat hubungan “ kebawahnya”
2. Menentukan kontribusinya “keatas” kepada sasaran perusahan untuk melihat
hubungannya dengan saluran yang lebih tinggi.


Menganalisis variasi struktur lainnya
Pertanyannya apakah suatu struktur yang digunakan cocok untuk mencapai sasaran yang diinginkan, pertanyaannya diajukan pada setiap segi struktur perusahaan.
Berdasarkan tipe-tipe/bentuknya
Organisasi lini diciptakan oleh henry fayol dan biasanya organisasi ini dipakai perusahaan-perusahaan kecil saja.
Organisasi lini pada pokoknya adalah suatu bentuk organisasi yang didalamnya terdapat garis wewenang yang mengubungkan langsung secara vertikal antara atasan dan bawahan.
Ciri ciri organisai lini:
1. Organisasinya relatif kecil dan sederhana.
2. Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung melalui garis wewenang terpendek.
3. Pucuk pimpinannya biasanya pemilik perusahaan.
4. Jumlah karyawannya relatif sedikit dan saling mengenal.
5. Tingkat spesialisasinya belum begitu tinggi,alat belum banyak.
6. Pucuk pimpinan penentu.
7. Masing-masing pimpinan unit memgang tanggung jawab penuh.
Kebaikan:
1. Kesatuan pimpinan dan dan asas kesatuan komando tetap dipertahankan
sepenuhnya.
2. Garis komando dan pengendalian tegas
3. Pengambilan keputusan, kebijaksanaan dan instruksi-instruksi berjalan cepat.
4. Pengawasan melekat terhadap kegiatan karyawan.
5. Kedisiplinan dan semangat kerja umunya baik.
6. Koordinasi mudah dilakukan.
7. Rasa solidaritas umunya tinggi.
Keburukan:
1. Tujuan pribadi pucuk pimpinan dan organisasi sulit dibedakan.
2. Ada kecenderungan pucuk pimpinan otoriter.
3. Maju dan tidaknya organisasinya tergantung pada pucuk pimpinan
4. Organisasi bergantung pada satu orang.
5. Kaderisasi dan pengembangan bawahan kurang diperhatikan,karena tidak
diikutsertakan dalam perencanaan.
6. karena adany keterbatasan keputusan, kebijaksanaan, dan pengendalian kurang baik.
Organisasi lini dan staf
Pada dasarnya merupakan kombinasi dari organisasi lini dan organisasi fungsional. Kombinasi ini dilakukan dengan cara memanfaatkan kebaikan-kebaikannya dan meniadikan keburukan-keburukannya.
Ciri-ciri organisasi lini dan staf:
1. Pucuk pimpinan satu orang dan dibantu para staf
2. Terdapat 2 kelompok wewenang, wewenang lini dan staf.
3. Kesatuan perintah tetap dipertahankan.
4. Organisasi besar, karyawan banyak, pekerjaan kompleks.
5. Hubungan atasn dan bawahn tidak langsung.
6. Spesialisasi yang beragam digunakan secara optimal.
Wewenang lini adalah kekuasaan, hak, dan tanggung jawab langsung bagi seseorang atas tercapainya tujuan.
Wewenang staf adalah kekuasaan dan hak hanya untuk memberi data, informasi, pelayanan, dan pemikkiran untuk membantu kelancaran tugas-tugas manajer lini. Staf ini dapat merupakan Dirut dan atau stuff middle,tergantung pada organisasinya.
Kebaikan:

1. Asas kesatuan pimpinan tetap di pertahankan.
2. Adany apengelompokan wewenang.
3. Adanya pemabgian tugas dan tanggung jawab.
4. Pimpinan mempunyai bawahan tertentu.
5. Bawahan hanya mendapat perintah dari pimpinan tertentu.
6. Pelaksanaa tugas-tugas pimpinan relatif lancar
7. the right man in the right job.
8. Organisasi fleksibel dan luwes.
9. Kedisiplinan dan moral karyawan tinggi.
10. Keuntungan dari spesialisasi diperoleh secara optimal.
11. Koordinasi lebih mudah dilakukan.
12. Bakat karyawan dapat dikembangkan.
13. Perintah dan pertanggung jawaban melalui garis vertikal terpendek.
Keburukan:
1. Keompok pelaksaan sering bingung untuk membedakan perintah.
2. Solidaritas karyawan kurang, karena kurang saling mengenal.
3. Persaingan kurang sehat sering terjadi.
Staff
Seorang pemegang wewenang lini, sedang staff adalah seseorang pemegang wewenang staff, staff dikelompokkan menjadi specialist staff dan personal staff. Specialist staff (staff ahli):
1. advisory staff (staf penasihat)
tugasnya memberikan petunjuk, bukan sebaliknya. Seorang staf penasihat harus
mempelajari mempelajari problem-problem, memberikan usul dan pemikiran.
2. service staff (staf pelayanan)
Melaksanakan suatu jasa atau aktifitas yang terpisah dari pekerjaan lini, wewenangnya berbeda dengan staf penasihat.
3. Control staff (staff pengendali)
Tugasnya melakukan kontrol baik langsung maupun tidak langsung, mempunyai wewenang untuk memberikan veto terhadap tindakan manajer lini, karena mereka bukan tipe penasihat.
4. Functional staff (staff functional)
Berhubungan dengan fungsi-fungsi tertentu saja, functional staff ini dapat diberikan baik oleh manajer lini maupun staf manajer kepada manajer lini lainnya.
Personal staff:
1. assistant to (pemabntu)
sutau staf unit yang tidak mempunyai wewenang formal, tetapi biasanya diserahi wewenang fungsi staf atas sejumlah aktifitas. Tujuan utama asisten pribadi ini adalah memperluas kapasitas manajer lini dalam menyelesaikan pekerjaannnya.
2. General staff (staff pembantu)
Dikoordinasi dan bertindak melalui atasannya, staf umum dapat merupakan penasihat, pelayan, kontrol, atau staf functional.
Organisasi fungsional
Organisasi fungsional adalah organisasi yang disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan.pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja mendapat perhatian yang sungguh - sungguh
Organisasi yang disusun berdasarkan sifat dari macam pekerjaan yang dilakukan, masalah pembagian kerja mendapat perhatian khusus
Ciri-ciri organisasi Fungsional:
1. Pembidangan tuga secara tegas dan jelas dapat dibedakan.
2. Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
3. Penempatan pejabat atas spesialisasinya.
4. Koordinasi menyeluruh hanya diperlukan pada tingkat atas.
Ada 2 kelompok wewenang, wewenang lini dan fungsi.
Kebaikan:
1. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan
2. Keuntungan adanya spesialisasi dapat diperoleh seoptimal mungkin
3. Karyawan terampil dibidangnya masing-masing
4.Efisiensi dan produktifitas dapat di tingkatkan
5. Solidaritas, moral, kedisiplinan karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang sama tinggi.
Keburukan:
1. Para karyawan sering bingung karna mendapat perintah dari beberpa orang atasan
2. Pekerjaan kadang-kadang sangat membosankan karyawan
3. Sulit mengadakan alih tugas akibat speliasasi yang mendalam.
4. Karyawan terlalu mementingkan bidang atau spesialisasinya.
5. Sering timbul solidaritas kelompok yang berlebihan
Organisasi lini, staf, dan Fungsional
Tipe ini merupakan kombinasi dari organisasi lini, lini dan staf, dan fungsional dan biasanya diterapkan pada organisasi besar serta kompleks. Organisasi lini, lini dan staf, serta fungsional ini dilakukan dengan cara menggabungkan kebaikan dan menghilangkan keburukan dari ketiga tipe organisai tersebut.
Organisasi komite
Organisasi komite Adalah suatu organisasi yang masing-masing anggota mempunyai wewenang yang sama dan pimpinannya kolektif. Organisasi komite (panitia = commites organization) mengutamakan pimpinan, artinya dalam organisasi ini terdapat pimpinan “kolektif presidium/plural executive”dan komite ini bersifat manajerial. Organisasi komite ini bersifat “tetap” dan ada juga yang bersifat “sementara”, jika para anggotanya ditetapkan berdasarkan orangnya, dikelompokkan atas executive commite para anggota yang mempunyai wewenang garis, dan staff commite anggotanya mempunyai wewenang staf.

Ciri-ciri:
· Pembagian tugas jelas dan tertentu
· Wewenang semua anggota sama besarnya
· Tugas pimpinan dilaksanakan secara kolektif tanggung jawabnya secara kolektif
· Para pelaksana dikelompokkan menurut bidang/komisi tugas tertentu yang
harus dilaksanakan dalam bentuk gugus tugas(task force)
· Keputusan merupakan keputusan semua anggota.
Kebaikan:
· Keputusan yang diambil relatif baik, karena diputusakn beberapa orang.
· Kecenderungan otoriter dapat dicegah
· Pembinaan dan partisipasi dapat ditingkatkan
Keburukan:
· Penanggung jawab keputusan tidak jelas, sebab keputusan dilakukan bersama.
· Keputusan diambil dalam waktu lama.
· Adanya tirani mayoritas memaksakan keinginan dalam voting
Prestasi dan kepuasan
Penilaian prestasi kerja adalah menilai rasio hasil kerja nyata dengan standar baik kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap individu karyawan(penulis)
Drs. H. Malayu. S.P. Hasibuan
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakn tugastugasnya  atas kecakapan, usaha, dan kesempatan.
Prestasi kerja ini adalah gabungan faktor penting, yaitu kecakapan, usaha dan kesempatan Pretasi = f(kecakapan, usaha, kesempatan)
Kecakapan adalah kemampuan menetapkan dan atau melaksanakan suatu sistem dalam pemantapan semua sumber daya (6m) dan tekhnologi secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil optimal.
Usaha adalah kemauan, kesungguhan, dan semangat kerja dalam mencapai kebutuhan, sasaran, harapan, imbalan.
Kesempatan adalah wewenang yang dimiliki individu karyawan dalam mengerjakan, memanfaatkan waktu, dan peluang untuk mencapai hasil tertentu.
Kerja adalah pengorbanan jasa jasmani dan pikiran untuk menghasilkan barang atau jasa dan memeperoleh imbalan tertentu.
Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya.
Produktivitas kerja adalah perbandingan antara output dengan input, diaman outputnya harus mempunyai nilai tambah dan tekhnik pengherjaannya yang lebih baik Produktifitas perkapita adalah besarnya produksi yang dihasilkan perorang perkesatuan waktu.
Prestasi organisasi ditentukan 3 faktor, yaitu efektifitas, efisiensi, dan kepuasan karyawan atau anggota. Prestasi = efektifitas, efisiensi, dan kepuasan karyawan.
Efektifitas adalah tercapainya sasaran eksplisit atau implisit
Efisiensi adalah perbandingan antara output dengan input atau perbandingan manfaat dengan biaya.
Teori-teori Organisasi
Terlebih dahulu perlu diketahui pendekatan-pendekatan sebagai berikut:
Pendekatan organisasi
· Pendekatan klasik
· Pendekatan tingkah laku
· Pendekatan struktur
· Pendekatan sistem


Pendekatan klasik terhadap organisasi
Didasarkan pada teori mesin. Organisasi diibaratkan sama seperti mesin yang onderdilnya setiap saat dapat diganti dan setiap bagian mempunyai tugas tertentu sesuai fungsinya.
pokok utama dari teori ini adalah konsep spesialisasi tugas. Efisiensi hanya dapat dicapai melalui perincian unsur-unsur operasi. Baik standarisasi maupun keseragaman mengandalkan semacam bentuk kepemimpinan pusat.
Gagasan kepemimpinan pusat ini terjalin dalam dua konsep klasik tentang komando tunggal dan pemusatan pengambilan keputusan.
Ciri-ciri pendekatan klasik:
· Pencapaian efisiensi kerja berdasarkan prinsip spesialisasi.
· Organisasi sebagai suatu sistem “mekanis”
· Peningkatan efisiensi dilakukan melalui kontrol sistem
· Manusia hanya dapat digerakkan dengan intensif ekonomis
· Spesialisasi dan prestasi dijakdikan standar.
Kritik terhadap pendekatan klasik:
· Organisasi dipandang sebagai suatu sistem tertutup
· Manusai dianggap sebagai onderdil penting yang dapat dikuasai
· Organisasi dianggap sebagai mesin
· Teori organisasi dan manajmen dibuat oleh para praktisi.
· Prestasi organisasi tergantung pada tingkat spesialisasi terendah.
Max weber mengemukakan 6 macam prinsip organisasi:
· Pembagian pekerjaan didasarkan pada prinsip spesialisasi.
· Perlu adanya kejelasan tentang hirarki wewenang.
· Perlu adanya suatu peraturan yang menyangkut hak dan kewajiban sesuai jabatan masing-masing
· Organisasi perlu mempunyai prosedur dalam melaksanakan pekerjaan
· Hubungan yang terjadi dalam organisasi bersifat impersonality
· Promosi dan seleksi karyawan harus didasarkan pada kemampuan teknis, baik untuk karyawan maupun pimpinan.
Pendekatan tingkah laku terhadap Organisasi
Pendekatan tingkah laku adalah anggapan bahwa manusia/anggota organisasi disamakan dengan “onderdil mesin” yang mudah didapat dan diganti, tetapi kita tidak dapat menguasai sepenuhnya, agar ia berfungi tepat sesuai dengan perincian dan keinginan kita. Yang menjadi bahan penelitian utama adalah “tingkah laku manusia”, penelitinya adalah para psikologi, sosiologi dan antropologi.
Kerjasama manusia timbul dalam organisasi karena the nature of man artinya kebutuhan kebutuhannya akan lebih baik mudah dicapainya, jika ia menjadi karyawan suatu perusahaan.
C. Argyris, menyebut tiga macam tiga macam kebutuhan yaitu badaniah, keamanan dan perwujudan diri.
McCelland, mengemukakan kebutuhan manusia itu yaitu “kebutuhan akan prestasi (need
for achievement = n.Ach.) kebutuhan akan afiliasi (need for affiliation = n. Af.f.) dan kebutuhan akan kekuasaan (need for power = n.Pow.)”
Jika kebutuhan-kebutuhan semakin baik maka produktifitas kerja juga akan meningkat.
Quantitative approach
Menurut Peter F. Drucker, organisasi adalah sarana ke arah ujung prestasi bisnis dan hasil bisnis.
Drucker mengemukakan tiga jalan untuk menemukan struktur yang membantu pencapaian tujuan yaitu “analisis kegiatan, analisis keputusan, dan analisis hubungan”
Analisis kegiatan, mengemukakan pekerjaan apa yang harus dilaksanakan, pekerjaan macam apa saja yang tergolong sama yang diberikan kepada setiap kegiatan  di dalam struktur organisasi.
Analisis keputusan ialah merancang suatu struktur organisasi, yang juga berkenaan dengan keputusan yang harus dibuat.
Kodrat keputusan bisnis ditentukan oleh 4 sikap:
  1. Derajat masa depannya, artinya berapa lama keputusan tersebut mengikat perusahaan.
  2. Kuatnya pengaruh keputusan itu pada fungsi-fungsi lainnya.
  3. jUmlah faktor kualitatif yang meresapinya.
  4. Apakah keputusan itu selalu berulang secara teratur atau tidak

Analisis hubungan dalam merancang suatu struktur organisasi juga harus dirumuskan hubungan vertikal (atasan dengan bawahan) dan hubungan horizontal (hubungan kesamping atau sejajar).
Pembangunan struktur
Mengemukakan tiga rancangan yang disebutnya “tuntutan struktural perusahaan” yaitu:
· Struktur itu di organisasi demi prestasi perushaan
· Struktur seharusnya “terdiri dari tingkatan-tingkatan manajemen yang jumlahnya
sesedikit mungkin”.
· Harus ada peluang unutk pendidikan, pelatihan, dan pengujian manajer puncak
masa depan yaitu dengan memberikan kepada manajer yang lebih muda untuk
menjabat suatu kedudukan yang jika gagal tidak membahayakan perusahaan.
Drucker juga membahas dua kaidah struktural, yaitu desentralisasi federal dan
desentralisasi fungsional
Pendekatan Sistem terhadap Organisasi
Organisasi adalah suatu sistem terbuka, karena itu interaksinya mencakup proses produksi dan proses lain yang bersifat hakiki untuk mempertahankan eksistensinya.
Interaksi internal adalah interaksi, integrasi, dan hubungan-hubungan antara subsistem atau bagian-bagian yang ada dalam proses produksi, jadi merupakan sistem tertutup.
Interaksi eksternal adalh interaksi yang terjadi antara suatu organisasi dengan pihak-pihak luar (lingkungan) yang ada hubunngan ketergantungannya satu sama lain.
Konsep-konsep kunci dari teori sistem umum
Subsistem atau komponen
Suatu sistem menurut definisinya terdiri dari bagin-bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan. Ini berlaku untuk semua sistem mekanis, biologis, dan sosial.
Holism, Synergism, Organicism, dan Gestalt
Keseluruhan bukan jumlah bagian – bagian saja. System itu sendiri merupakan suatu totalitas. Holism adalah lawan elementaris yang memandang total sebagai penjumlahan saja dari bagian –bagiannya.
Pandangan Sistem terbuka
Sistem dapat dibagi 2: (1) tertutup (2) terbuka. Sistem terbuka saling tukar informasi, energi, atau material dengan lingkungannya. Sistem biologis dan sosial adalah sistem terbuka. Sistem mekanis bisa terbuka bisa juga tertutup. Konsep sistem tertutup dan terbuka ini sulit dipertahankan secara mutlak.
Model Input – transformasi – output
Sistem terbukadipandang sebagai model transformasi dalam hubungan yang dinamis dengan lingkungannya, ia menerima berbagai masukan (input) mengubah input itu dengan beberapa cara, dan mengeluarkan (output).
Batas – batas Sistem
Sistem mempunyai batas-batas yang memisahkannya dari lingkungan. Konsep batas-batas ini membantu kita memahami perbedaan antara sistem terbuka dengan system tertutup.
Entropi Negatif
Sistem fisik yang tertutup itu tunduk pada entropi yang meningkat sampai akhirnya seluruh sistem itu mati. Keadaan mantap, Keseimbangan Dinamis, dan Harmonis Konsep keadaan mantap (steady state) erat kaitannya dengan entropi negatif. Sistem tertutup akhirnya pasti mencapai suatu keadaan seimbang dengan Entropi maksimum – mati atau disOrganisasi.
Umpan Balik
Konsep umpan balik adalah penting untuk memahami cara suatu system mempertahankan suatu keadaan yang mantap. Umpan balik dapat positif maupun negatif.

Hirarki
Sebuah konsep dasar dalam pemikiran sistem adalah mengenai hubungan hubungan hirearkis antara sistem-sistem. Sistem itu terdiri dari subsistem subsistem yang lebih rendah dan juga merupakan bagian dari suatu suprasistem.
Perkembangan Internal
Sistem tertutup maju ke entropi dan disorganisasi. Sebaliknya, sistem terbuka tampaknya maju ke diferensiasi dan perkembangan yang lenih besar, dan level organisasi yang lebih tinggi.
Mengejar Multi Sasaran
Sistme biologis dan sosial tampaknya mempunyai banyak sasaran atau tujuan. Organisasi sosial mengejar banyak sasaran, tak lain karena mereka terdiri dari orang orang dan sub unit-subunit yang berbeda-beda nilai dan tujuannya.
Equifinality Sistem Terbuka
Dalam sistem mekanis terdapat hubungan sebab akibat yang langsung antara konsisi awal dan akhir.
Ikhtisar
Suatu organisasi berasal dari kerjasama manusia sebagai akibat adanya keterbatasan yang dimiliki oleh manusia, yakni ketrbatasan fisik, waktu, keahlian, dan kemampuan. Organisasi dirumuskan sebagai pembagian pekerjaan diantara orang-orang yang usahanya harus dikoordinasikan untuk mencapai tujuan. Koordinasi dapat dilakukan jika ada kesediaan berkorban dan kesediaan untuk bekerjasama.
Pendekatan klasik cenderung memandang organisasi sebagai suatu system tertutup, suatu mesin yang mementingkan efisiensi di dalamnya.
Tahapan pengertian organisasi
· Tahapan pengertian organisasi, sebagai “regu atau rombongan” atau the herd concept of organization, pada tahap ini organisasi dipandang sebagai sekelompok orang yang bekerjasama, sedangkan kedudukan manajer hanya sebagai “pengasuh”
· Tahapan pengertian organisasi sebagai “jaringan atau hubungan” antara orangorang yang bekerjasama, the person to person concept of organization.
· Tahapan pengertian organisasi, sebagai suatu “tim atau kelompok” orang yang harus bekerjasama secara “integral” the group concept of organization.
· Tahapan pengertian organisasi, sbagai suatu “struktur atau kerangka formal” atau the structure concept of organization. Pada tahap ini manajer dipandang sebagai seorang “komikator dan koordinator”.
· Tahapan pebgertian organisasi, sebagai suatu sistem atau the system concept of organization, pada tahap ini kita akan melihat tiga macam sistem yang bekerja sama serta yang berhubungan satu sama lain, yaitu:
1. Sistem kerjasama yang bersifat tekhnis, fungsi yang bekerja seperti suatu mekanisme dan yang terdiri dari suatu tata kaitan prosedur-prosedur kerja menjadi suatu sistem yang mekanis
2. Sistem tata hubungan antar manusia yang masing-masing bekerja dan membentuk suatu sistem sosial, suatu sistem yang terdiri dari orang-orang yang bekerjasama sebagai makhluk sosial.
3. Sistem komunikasi, suatu sistem tukar menukar informasi dan orang orang dalam sistem ini digerakkan secara integral dan sinkron, seolah-olah digerakkan oleh tata informasi itu.
REORGANISASI DAN REKONSTRUKSI ORGANISASI
Reorganisasi adalah penyusunan kembali suatu organisasi, baik AD, ART-nya
maupun strukturnya, supaya organisasi itu lebih efektif dalam mencapai tujuan (penulis). Reorganisasi ini dilakukan karena tuntutan “internal dan eksternal”. Reorganisasi ini meliputi tindakan perubahan AD, ART maupun strukturnya, sehingga akan lebih baik untuk membantu tercapainya tujuan. Rekonstruksi adalah perubahan struktur suatu organisasi baik secara vertical maupun horizontal, agar lebih efektif membantu tercapainya tujuan. Restrukturisasi ini dilakukan karena struktur organisasi tidak efektif lagi akibat adanya kemajuan atau kemunduran perusahaan. Restrukturisasi vertikal diartikan dengan memperpanjang tingkatan-tingkatan suatu organisasi.
Kebaikan:
· Rentang kendali relatif sedikit
· Pengendalian karyawan lebih mudah
· Koordinasi relatif akan lebih baik.
Keburukannya:
· Tingakatan-tingkatan jabatan banyak, akibatnya tunjangan jabatan semakin
banyak.
· Jalur perintah dan tanggung jawab terlalu panjang
· Jalur informasi dan komunikasi cukup panjang
Rekonstruksi horizontal, diartikan perubahan struktur suatu organisasi dengan cara
menambah jumlah bagian/departemennya.
Kebaikannya:
· Jalur perintah dan tanggung jawab pendek
· Tingkatan jabatan sedikit
· Jalur informasi dan komunikasi relatif pendek
Keburukan:
· Rentang kendali semakin banyak
· Koordinasi akan lebih sulit
· Pengarahan dan pengendalian karyawan kurang baik
Mana yang baik, restrukturisasi vertikal atau horizontal?
Restrukturisasi yang terbaik, tergantung kepada kebutuhan dan penekanan yang diinginkan. Jika pengarahan pengendalian dan koordinasi yang diutamakan maka vetikallah yang lebih baik. Tetpi jika jalur perintah, tanggung jawab, dan komunikasi yang diutamakan maka horizontallah yang terbaik.
Sebaiknya penilaian struktur suatu organiasi dilakukan sekali dalam lima tahun, agar struktur itu selalu efektif dalam mencapai tujuan.
Likuidasi adalah pembubaran suatu perusahaan karena jatuh pailit, artinya perusahaan itu jika diteruskan tidak akan menguntungkan lagi. Likuidasi ini disebabkan oleh pengaruh internal dan eksternal, internal karena mengalami kerugian dan eksternal karena izinnya dicabut oleh pemerintah.




0 Responses

Poskan Komentar