slnet
BAB I
PENDAHULUAN

A.     PENGERTIAN DAN PENTINGNYA MANAJEMEN
1.      Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur. Manajemen suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan.
-          Apa yang diatur ?
Yang diatur adalah semua unsure – unsure manajemen yang terdiri dari men, money,methods,materials,materials,machine, and market disingkat dengan 6M dan semua aktivitas yang ditimbulkan nya dalam proses manajemen itu.
-          Kenapa harus diatur ?
Agar 6M itu lebih berdaya guna, berhasil guna, terintgrasi dan terkoordinasi dalam mencapai tujuan yang optimal.
-          Siapa yang mengatur ?
Yang mengatur adalah pemimpin dengan wewenang kepemimpinana nya melalui instruksi atau persuasi, sehingga 6M dan semua proses manajemen tertuju serta tearah kepada tujuan yang diinginkan nya.
-          Bagaiman mengaturnya ?
Mengaturnya yaitu melalui proses dari urutan fungsi – fungsi manajmen (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian = planning, organizing, directing, and controling).
-          Di mana harus diatur ?
Dalam suatu organisasi atau perusahaan, karena organisasi merupakan “alat” dan “wadah” (tempat) untuk mengatur 6M dan semua aktivitas proses manajemen dalam mencapai tujuan nya.
Mismanagement (salah urus) harus dihindari, karena mismanagement akan menimbulkan kerugian, pemborosan, bahkan tujuan tidak akan tercapai. Untuk lebih jelasnya pengertian manjemen ini penulis mengutip beberapa definisi sebagai berikut.
Drs. H. malayu S.P Hasibuan
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber – sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapi suatu tujaun tertentu.
Manajemen pada umumnya dikaitkan dengan aktivitas – aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, penempatan, pengarahan, pemotivasian, komunikasi dan pengambilan keputusan yang dilakukan oleh setiap organisasi dengan tujuan untuk mengkoordinasikan berbagai sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan sehingga akan dihasilkan suatu produk atau jasa secara efisien.
Jika kita simak definisi – definisi di atas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa :
1.      Manajemen mempunyai tujuan yang ingin dicapai.
2.      Manajemen merupakan perpaduan antara ilmu dengan seni.
3.      Manajemen merupkan proses yang sistematis, terkoordinasi,koperatif, dan terintgrasi dalam memanfaatkan unsure-unsurnya (6M).
4.      Manajemen baru dapat diterapkan jika ada dua orang atau lebih melakukan kerja sama dalam suatu organisasi.
5.      Manajemen harus didasarkan pada pembagian kerja,tugas dan tanggung jawab.
6.      Manajemen terdiri dari beberapa fungsi (POSD dan C)
7.      Manajemen Hanya Merupakan Alat Untuk Mencapai Tujuan

2.      Pentingnya Manajemen
Pada dasarnya manajemen itu penting ?
1.      Pekerjaan itu berat dan sulit untuk dikerjakan sendiri,sehingga diperlukan pembagian kerja, tugas, dan tanggung jawab dalam penyelesaiannya.
2.      Perusahaan akan dapat berhasil baik, jika manajemen diterapkan dengan baik.
3.      Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
4.      Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan – pemborosan.
5.      Manajemen menetapkan tujuan dan usaha untuk mewujudkan dengan memanfaatkan 6M dalam proses manajemen tersebut.
6.      Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
7.      Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur.
8.      Manajemen merupakan suatu pedoman pikiran dan tindakan
9.      Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap kerja sama sekelompok orang.
Perhatian terhadap manajemen mulai berkembang pada tahun 1856,didorong oleh hal – hal berikut.
1.      Terjadinya pemisahan antara RTK DAN RTP serta penawaran menciptakan permintaan dan produksi missal semakin berkembang.
2.      Timbulnya persaingan yang tajam di antara  RTP-RTP,sehingga mengharuskan setiap RTP bekerja lebih efektif dan efisien supaya produksinya dapat erasing di pasaran.
3.      Persedian factor-faktor produksi yang semakin berkurang, sehingga timbul persaingan antara RTP-RTP untuk mendapatkannya.
4.      Adanya kemajuan teknik yang cepat,mengakibatkan timbulnya revolusi industry.
5.      Timbulnya serikat –serikat buruh yang menuntut adanya perbaikan – perbaikan jaminan social, jaminan keselamatan kerja,perpendekan jam kerja, dan penolakan kerja paksa.
Apakah dasar (persyaratan)supaya manajemen dapat diterapkan ?
1.      Ada tujuan bersama dan kepentingan yang sama yang akan dicapai.
2.      Ada kerja sama diantara sekelompok orang dalam ikatan formal dan ikatan tata tertib yang baik.
3.      Ada pembagian kerja,tugas dan tanggung jawab yang teratur.
4.      Ada hubungan formal dan ikatan kerja yang tertib.
5.      Ada sekelompok orang dan pekerjaan yang akan dikerjakan.
6.      Ada organisasi (wadah) untuk melakukan kerja sama.
7.      Ada wewenang (authorty) dan tanggung jawab (responsiblity)dari setiap individu anggota.
8.      Ada koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi (KIS) dari proses manajemen tersebut.
9.      Ada pemimpin/pengatur dan bawahan yang akan diatur.
10.  Ada relationships in organization dan human organization.
11.  Ada the nature of men and the nature of organization
12.  Ada komunikasi dan delegation of authority.

B.     FILSAFAT DAN ASA –ASAS MANAJEMEN
1.      FILSAFAT MANAJEMEN
Filsafat  manajemen adalah kerja sama saling menguntungkan,bekerja efektif dan dengan metode kerja yang terbaik untuk mencapai hasil yang optimal.(penulis)
Manfaat filsafat manajemen
1.      Memberikan suatu dasar dan pedoman bagi pekerjaan manajer.
2.      Memberikan kepercayaan dan pegangan bagi manajer dalam proses manajemen untuk mencapai tujuan.
3.      Memberikan dasar dan pedoman berpikir efektif bagi manajer:
4.      Dapat dipergunakan untuk mendapatkan sokongan dan partisipasi para bawahan, jika mereka mengetahui peranan manajemen dan mengerti tindakan –tindakannya, asalkan mereka telah menghayati filsafat manajemen.
5.      Memberikan pedoman araha pemcehan yang terbaik terhdap masalah masalah yang dihadapi manajer.
6.      Menjadi pedoman dasar dan kepercayaan bagi manajer dalam melakukan wewenang kepemimpinannya.
Penerapan filsafat manajemen
1.      Filsafat  yang berbeda beda berkembang, karena itu manajemen diterapkan dalam keadaan yang berbeda –beda.
2.      Perbedaan personalitas setiap manajer.
3.      Perbedaan dalam hal penilain terhadap manusia.
Para perintis ilmu manajemen
            Para perintis ilmu manjemen terdiri dari beberapa orang dan bersal dari berbagao Negara, seperti: Frederick Winslow Taylor, henry Fayol, Babbage, dan Alexei Stakhanov.
Sifat –sifat yang harus dimiliki oleh seorang manajer.
1.      Jasmani harus sehat,giat dan tangkas.
2.      Mental,sanggup memahami dan belajar,sanggup memulai, tangkas berpikir, dan sanggup menyesuaikan diri.
3.      Moral harus tegas, bertanggung jawab, inisiatif,setia,bijaksana dan berkepribadian.
4.      Edukasi, yaitu latar belakang pendidikan yang luas baik pengetahuan umum maupun pengetahuan khusu yang sesaui dengan fungsinya.
5.      Pengalaman terutama menyangkut berbagai bidang kegiatan seperti tersebut di atas.
2.   ASAS – ASAS MANAJEMEN
Asas – asas umum manajemen
Asas – asas manajemen (general principles of management), menurut :
Henry Fayol
a.         Division of work (asas pembagian kerja).
b.         Authority and responsibility (asas wewenang dan tanggung jawab)
c.         Discipline (asas disiplin)
d.         Unity of command (asas kesatuan perintah)
e.         Unity of direction (adanya kesatuan jurusan atau arah)
f.          Subordination of individual interest into general interest (asas kepentinganumum di atas kepentingan pribadi)
g.         Renumeration of personnel (asas pembagian gaji yang wajar)
h.         Centralization (asas pemusatan wewenang)
i.           Scalar of chain (asas hiearki atau asas rantai berkala)
j.           Order (asas keteraturan)
k.         Equity (asas keadilan)
l.           Initiative (asas inisiatif)
m.       Esprit de corps (asas kesatuan)
n.         Stability of turn-over personnel(asas kestabilab masa jabatan)

a.          Division of work
asas ini sangat penting, karena danya limit factor, artinya adanya keterbatasan – keterbatsan manusia dalam mengerjakan semua pekerjaan, yaitu :
a.         Keterbatasan waktu.
b.         Keterbatsan pengetahuan.
c.         Keterbatasan kemampuan.
d.         Keterbatasan perhatian.
b.         Authority and responsibility
Menurut asas ini perlu adanay pembagian wewenang dan tanggung jawab anatar alas an dan bawahan; wewenang harus seimbang dengan tanggung jawab.
c.         Discipline
Menurut asas ini, hendaknya setiap bawahan hanya meneriam perintah dari seorang atasan tanggung jawab hanya kepada seorang pula. Tetapi seorang atasan dapat member perintah kepada beberapa orang bawahan. Asas kesatuan perintah ini perlu, karena jika seorang bawaan diperintah oleh beberapa orang atsana maka ia akan bingung
d.         Unity of command
e.         Unity of direction
f.          Subordination of individual interest into general interest
g.         Renumeration of personnel
h.         Centralization
i.           Scalar of chain
j.          Order
k.        Equity
l.           Initiative
m.      Esprit de corps
n.         Stability of turn-over personnel
Menurut asas ini, pimpinan perusahaan harus berusaha agar mutasi dan keluar masuknya karyawan tidak terlalu sering, karena akan mengakibatkan ketidakstbailan oragnisasi, biaya –biaya semakin besar, dan perusahaan tidak mendapat karyawan yang berpengalaman.pimpinan perusahaan harus berusaha, agar setiap karyawan betah bekerja sampai masa pensiunnya. Jika karyawan sering berhenti perlu manajer menyelidiki penyebabnya. Apakah karena gaji terlalu kecil, perlakuan yang kurang baik, dan lain sebagainya.



POKOK – POKOK PERBANDINGAN MANAJEMEN F.W TAYLOR DAN BENRY FAYOL
Frederick winslow Taylor
1.         Shop Level Management
Orientasi dari tingkat atas organisasi atau dari tingkat buruh ke tingkat top management.
2.         Production oriented
Berorientasi pada peningkatan produksi secara langsung yang cenderung menyamakan buruh dengan mesin.
3.         Pencipta organisasi fungsional
Fungsionalisasi kegiatan pada level operasi,berdasarkan spesialisasi,karena pemisahan fungsi perencanaan dari fungsi oerasi pelaksana.
4.         Ruang lingkup teori manajemen
Skop Teori Manajemen Sempit Dan Sering Dikatakan Manajemen Pabrik, Karena Aspek – Aspek Yang Lebih Umum Kurang Diperhatikan/Diabaikannya,Juga Tidak Berhasil Mengungkapkan Fungsi-Fungsi Manajemen.
F.W. Taylor dikenal sebagai bapak scientific  management

Henry Fayol
1.         Top level management
Orientasinya Dari Tingkat Bawah Atau Dari Top Management Ke Tingkat Buruh.
2.         Human oriented
Berorientasi Pada Unsur (Peranan)Manusia Dalam Rangka Peningkatan Produksi, Jadi, Peningkatan Produksi Secara Tidak Langsung
3.         Pencipta organisasi Lini
Terdapat pemusatan wewenang pada tingkat pimpinan organisasi, sehingga berbagai fungsi berpusat dalam tangan pimpinan tertentu, karena dengan tegas memisahkan bidang kegiatan pimpinan (manajerial sebagai pusat wewenang) dan bidang kegiatan teknis (nonmanajerial).
Akibatnya, muncul persyaratan tertentu (generalis,serba bisa,berpengetahuan luas) bagi jabatan pimpina, yang berbeda dari pekerja teknis/spesialis yang berpengtahuan kejuruan.
4.         Ruang Lingkup teori manajemen
Skop manajemen yang dikembangkan lebih luas, karena berhasil mengemukkan asas asas manajemen yang lebih umum/luas (14 asas berhasil mengungkapkan kegiatan-kegiatan/fungsi-fungsi utama perusahaan industry, yaitu : technical/production, commercial, financial security, accounting dan statistic, management)berhasil mengemukakan fungsi-fungsi manajemen yaitu : planning,organizing,commanding,coordinating, dan controlling (POC3).
Henry Fayol Dikenal Sebagai Bapak Manajemen Modern
F.W. Taylor
1.         Pengembangan metode – metode kerja yang terbaik
2.         Pemilihan serta pengembangan para pekerja.
3.         Usaha untuk menghubungkan dan mempersatukan metode kerja yang terbaik dengan para pekerja yang terpilih dan terlatih
4.         Kerja sama yang harmonis antara manajer dan nonmanajer untuk merencanakan pekerjaan


Harrington Emerson
1.         Memberi batasan tujuan dengan tegas.
2.         Pikiran yang sehat.
3.         Nasihat (konsultasi)yang konsuken.
4.         Tata tertib.
5.         Penjelasan yang jujur
6.         Laporan yang dapat dipercaya,segara dan memadai.
7.         Pengiriman (penyaluran).
8.         Standardisasi operasi.
9.         Keadaan yang distandarkan
10.     Standardisasi operasi
11.     Pengubahan instruksi praktis yang standar.
12.     Pengahargaan keefektifan
Kesimpulan bahwa asas (prinsip) adalah kebenaran umum yang memberikan dasar pemikiran,keyakinan, dan pedoman pemecahan problem,pelaksanaannya fleksibel serta disesuaikan dengan situasi,kebutuahn dan keadaan – keadaan khusus jadi, tidak semua asas itu harus dilakukan.

C. ILMU DAN SENI MANAJEMEN
Ilmu (Science) adalah sekumpulan pengetahuan yang telah disistematisasikan,dikumpulakn, dan diterima menurut pengertian kebenaran umum mengenai keadaan suatu subejk dan objek tertentu.

Science management (manajemen ilmiah) adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disistematisasi dan diterima menurut pengertian kebenaran –kebenaran universal mengenai manajemen.
Scientif management adalah manajemen yang menggunakan ilmu (science) dan scientific method
Scientif method adalah suatu pendekatan yang tepat terhadap suatu objek ilmu dan tujuan utamanya ialah untuk menambah pengetahuan yang sudah ada.
Scientific management memliki cirri –ciri sebagai berikut.
a. tersusun secara sistemats/teratur
b. dapat dipelajari dan diajarkan
c. menggunakan metode – metode ilmiah
d. dapat dijadikan suatu teori
e. objektif dan rasional
Scientific manager adalah manajer yang menggunakanscience dan scientific method dalam usaha memimpin kegiatan-kegiatan bawahan nya melalui fungsi-fungsi manajemen.
Seni (art) adalah suatu kreativitas pribadi yang kuat dan disertai keterampilan.
Science mengajarkan kepada orang suatu pengetahuan,sesdangkan art (seni) mendorong orang untuk berpraktek.
Seni manajemen meliputi kecakapan untuk melihat totalitas.
Seni manajemen meliputi percakapan untuk melihat totalitas dari bagian –bagian yang terpisah dan berbeda-beda,kecakapan untuk menciptkan sesuatu gamabarn tentang visi tertentu, kecakapan untuk menyatakan visi tersebut dengan skils (keterampilan) atau kecakapan yang efektif.
Manajer adalah seorang ilmuwan dan sekaligus seniman, yang mengandalkan diri pada ilmu, ia pun harus mempunyai “firasat,keyakinan-keyakinan ,kreativitas” dan menguasai cara-cara “penerapannya”.karena itu seorang yang mempunyai pengetahuan luas tentang manajemen bisa saja gagal dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang manajer yang kompeten, jika ia kurang menguasai art of management (seni manajemen).

PERBEDAAN ANTARA SCIENCE DAN ART
    Science / Ilmu                                                              Art/Seni
1. Berkembang secara teoritis                                      1. Berkembang secara prkatis
2. membuktikan                                                                       2. merasa
3. meramalkan                                                             3. menerka
4. Memberikan definisi                                                            4. Menguraikan/mengajarkan
5. Memberikan kepastian/ukuran                                 5. Memberikan pendapat

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu mengajarkan kita tentang sesuatu,sedangkan seni/art mengajrkan kita bagimana sesuatu hal dilakukan.
Pendekatan ilmu yang dilakukan oleh para ahli dikenal atas”pendekatan klasik dan pendekatan modern”kedua cara pendekatan ini mempunyai perbedaan yang sifatnya gradual saja,sebagai berikut.
1.         Pendekatan klasik lebih memfokuskan analisis spesialisasi dan penguraian yang sifatnya mikro. Sedangkan pendekatan modern lebih memfokuskan teori dengan penguraian kepada perpaduan dan perencanaan,menyajiak seluruh (generalisasi) pandanag yang dibutuhkan, jadi sifatnya makro (generalis).
2.         Pendekatan klasik (ilmu klasik) penggunaanya (sifanya)unidermensi, jadi cenderung kepada hal – hal yang terbatas,sedangkan pendekatan modern cenderung pandangannya”multidimensi” jadi penggunaan kepada hal – hal yang luas.
3.         Pendekatan klasik terhadap manajemen/organisasi lebih memfokuskan pada internal (metode dan prosedur kerja),sedangkan pendekatan  modern generalis meliputi metode,prosedur, dan system (internal dan eksternal) –nya.
Metode adalah cara – cara pelaksanaan kerja dengan seefisien mungkin atas sesuatu tugas yang diperoleh dengan memperhitungkan segi-segi tujuan,peralatan,fasilitas,tenaga kerja,waktu,ruang, dan baiay –biaya yang tersedia (penulis).
Prosedur kerja adalah tata kerja yang merupakan suatu rangkaian,sehingga menunjukkan suatu urutan tahap demi tahap serta jalan yang harus ditempuh dalam rangka penyelesaian sesuatu bidang pekerjaan (penulis).
System adalah suatu rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang kemudian membenttuk suatu kebulatan yang teratur dalam rangka melaksanakan suatu bidang pekerjaan (penulis).
System adalah suatu proses yang terdiri dari berbagai unsure atau komponen yang satu sama lain berkaiatn secara struktual dan fungsional, saling menunjang dan mengisi,sesuai dengan peranan dan kedudukan masing – masing, namun keseluruhannya secara mutlak didukung oleh setiap komponen, betapapun kecil nilainya. (Prof. Dr. Didi Admadilaga)
System dapat dianngap sebagai suatu keseluruhan yang teoraganisasi yang terdiri dari bagian-bagian yang berhubungan dengan cara tertentu dan yang ditujukan kea rah tujuan tertentu (G.R Tery).
Jadi setiap system mengandung masukan proses,output dan merupakan suatu kesatuan yang bekerja sendiri. Akan tetapi setiap system berkaitan pula dengan suatu system yang lebih luas dan lebih tinggi tingkatnnya maupun dengan subsistem-subsistemnya sendiri yang mewakili integrasi berbagai system dari tingkat lebih rendah.

BAB II
TUJUAN,BIDANG, DAN MAZHAB MANAJEMEN

A.     TUJUAN MANAJEMEN
Tujuan-tujuan ini dapat dikaji  dari beberapa sudut dan diebdakan sebagai berikut .
1.    Menurut tipe-tipenya, tujaun dibagi atas:
a. profit objectives, bertujuan untuk mendapatkan laba bagi para pemiliknya.
b. service objectives, bertujuan untuk meberikan pelayanan yang baik bagi konsumen dengan mempertinggi nilai barang dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen
c. social objectives, bertujuan meningkatkan nilai guna yang diciptkan perusahaan untuk kesejahteraan masyarakat.
d. personal objectives, bertujuan agar para karywan secara individual economic,social psychological mendapat kepuasan di bidang pekerjaannya dalam perusahaan.
2.    Menurut prioritasnya, tujuan dibagi atas
a.    Tujuan primer,
b.    Tujuan sekunder,
c.    Tujuan individu dan
d.    Tujuan social.
3.    Menurut jangka waktunya,tujuan dibagi atas:
a.    Tujuan jangka panjang,
b.    Tujuan jangka menengah, dan
c.    Tujuan jangka pendek.
4.    Menurut sifatnya, tujuan dibagi atas:
a.    Management objectives, tujuan dari segi efktif yang harus ditimbulakn oleh manajer
b.    Managerial objectives, tujuan-tujuan yang harus dicapai daya upaya atau kreativitas-kreativitas yang bersifat manajerial.
c.    Admintrative objectives, tujuan-tujuan yang pencapainnya memerlukan administrasi
d.    Economic objectives, tujuan –tujuan yang bermaksud memenuhi kebutuhan-kebtuuhan dan memerlukan efisensi untuk pencapianya.
e.    Social objectives, tujuan berupa detail teknis,detail kerja dan detail karya.
f.     Work objectives, yitu tujuan-tujuan yang merupkan kondisi kerampungan suatu pekerjaan.
5.    Menurut tingkantnya, tujuan dibagi atas:
a.    Overall enterprise objectives, adalah tujuan semesta (generalis)yang harus dicapai oleh badan usaha secara keseluruhan.
b.    Divisional objectives, adalah tujuan yang harus dicapai oleh setiap divisi
c.    Departementtal objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh masing – masing bagian
d.    Sectional objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh seksi
e.    Group objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh setiap kelompok urusan
f.     Individual objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai oleh masing – masing indivdiu

6.    Menurut bidangnya, tujuan dibagi atas
a.    Top level objectives,adalah  tujuan –tujuan umum , menyeluruh dan menyangkut berbagai bidang sekaligus.
b.    Finance objectives, adalah tujuan -tujuan tentang modal
c.    Production objectives, adalah –tujuan tentang produksi
d.    Marketing objectives, adalah tujuan-tujuan mengenai bidang pemasaran barang dan jasa-jasa
e.    Office objectives, adalah tujuan-tujuan mengenai bidang ketatausahaan dan administrasi.
7.    Menurut motifnya, tujuan dibagi atas
a.    Public objectives, adalah  tujuan –tujuan yang harus dicapai berdasrakan ketentuan –ketentuan undang-undang Negara.
b.    Organizational objectives, adalah tujuan –tujuan yang harus dicapai berdasarkan ketentuan-ketentuan anggaran dasar, anggarn rumah tangga, dan statuta organisasi yang bersifat zakelijk dan impersonal (tidak boleh berdasarkan pertimbnagn perasaan atau selera pribadi) dalam upaya pencapainnya.
c.    Personal objectives, adalah tujuan pribadi/individu (walaupun mungkin berhubungan dengan organisasi) yang yang dalam usaha pencapainya sangat dipengaruhi oleh selra ataupun pandangan pribadi.

Kesimpulan bahwa tujuan merupakan hal terjadinya proses  manajemen dan aktivitas kerja, tujuan beraneka macam, tetapi harus ditetapkan secara jelas,realistis, dan cukup menentang berdasrakan analisis data,informsia, dan pemilihan dari alternative –alternatif yang ada. Kecakapan manajer dalam menetapkan tujaun dan kemampuan memanfaatkan peluang, mencerminkan tingkat hasil yang dapat dicapainya.
Bagaiman cara menetapkan tujaun yang baik ?
1.    Tujuan-tujuan harus jelas dan ditetapkan berdasrkan hasil analisis data,informsai dan potensi yang dimiliki.
2.    Tujuan-tujuan harus ditetapkan manajer dan minta partisipasi karyawan pelaksana dalam proses penetapan tujuan, sehingga mereka antusias untuk mencapai tujuan.
3.    Setiap tujuan dalam suatu perusahaan harus membantu keseluruhan tujuan perusahaan, jadi harus saling menunjang secara keseluruhanya.
4.    Tujuan-tujuan harus mempunyai “ jangkaaun” tertentu dan meberikan kepuasan bagi karyawan dalam mengerjaknnya,sehingga meraka ingin berprestasi dan merasa berhasil melakukannya.tujuan-tujuan yang tepat dapat merangsang motivasi kerja para karyawan untuk menignkatkan produktivitasnya.
5.    Tujuan-tujuan harus realistis dan masuk akal  bagi orang yang bertanggung jawab untuk mencapainya juga harus realistis dipandang dari sudut hambatan –hambatan internal dan eksternal.
6.    Tujuan –tujuan harus bersifat komtemporer dan inovatif serta diterapkan up to date
7.    Tujuan-tujuan yang ditetapkan bagi setiap individu pelaksana harus sesuai dengan kemampuannnya, supaya gairah kerjanya baik.
8.    Tujuan-tujuan harus berurutan menurut kepentingan,sehingg perhatian akan dititberatkan pada tujuan-tujuan utamanya
9.    Tujuan –tujuan harus berimbang.aneka macam tujuan hendaknya tidak terlampau menekankan kepentingan tertentu.


B.     BIDANG – BIDANG MANAJEMEN
Unsur –unsur manajemen tu terdiri dari men,money,method,materials,machines, and market disingkat dengan 6M.
1. Men yaitu tenaga kerja manusia, baik enaga kerja pimpinan maupun tenaga kerja operasional/pelaksana
2. Money yaitu uang yang dibtukan untuk mencapai tujaun yang diinginkan
3. Methods yaitu cara – cara yang dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan.
4. Materials yaitu bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan
5. Machines yaitu mesin-mesin/alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan untuk mecapai tujuan
6. Market yaitu pasar untuk menjual barang jasa –jasa yang dihasilkan

Setiap unsur manajemen ini berkembang menjadi bidang manajemen yang mempelajari lebih mendalam perananya dala mencapai tujuan yang diinginkan.
Bidang-bidang manajemen dikenal atas.
1. Manajemen sumber daya manusia
2. Manajemen permodalan/pembelajaan
3. Manajemen akuntansi biaya
4. Manajemen produksi
5. Manajemen pemasaran
6. Methods adalah cara/system-sistem yang dipergunakan dalam setiap bidang manajeman untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna setiap unsure manajemen.
Pembahasan singkat tentang bidang –bidang manajemen di atas adalah sebagai berikut
1. Manajemen sumber daya manusia
Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan snei mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja, agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan.
2. Manajemen permodalan/pembelajaan
Dalam manajemen permodalan,pembahasan lebih dititik beratkan “bagimaan menarik modal yang cost of money nya relative rendah dan bagaimana memanfaatkan modal (uang) suapaya lebih berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai tujuan”tegasnya bagaiman mengelola/mengatur dana/uang, supaya mendapatkan keuntungan yang wajar.
3. Manajemen akuntansi biaya.
Pokok pembahasan dalam manajemen akuntansi biaya ini adalah “ bagaimana caranya, supaya harga pokok barang atau jasa yang dihasilkan relative rendah dan dengan kualitas yang baik.
4. Manajemen produksi
     Hal-hal pokok yang dibahas dalam manajemen produksi ini meliputi masalah “penentuan/penggunaan mesin-mesin,alat-alat,lay out peralatan dan cara – cara untuk memproduksi barang/jasa suapay kualiastnya relatif baik. Jadi, membahas penegrtian produksi, tata ruang perusahaan perawatan, dan lain sebagainya.
5. Manajemen pemasaran
Masalah-masalh poko yang diatur dalam manajemen pemasaran ini lebih dititikberatkan tentang cara penjualan barang,jasa,pendistribusikan,promosi produksi sehingga konsumen merasa tertarik untuk mengkomsumsinya. Jadi, mengatur bagaiman supaya barang dan jasa – jasa dapat terjual seoptimal mungkin dan dengan mendapat laba yang wajar.



C.     MAZHAB – MAZHAB MANAJEMEN
Menurut G.R Terry mazhab –mazhab manajemen itu adalah
1.    Mazhab manajemen berdasarkan kebiasaan (management by costum school)
2.    Mazhab manajemen ilmiah (scientific management social)
3.    Mazhab prilaku (behavior school)
4.    Mazhab sosial (the social school)
5.    Mazhab manajemen system (system management school)
6.    Mazhab manajemen berdasarkan keputusan (decisional management school)
7.    Mazhab pengukuran kuantitatif (quantitative measure)
8.    Mazhab proses manajemen (management process)
9.    Mazhab manajemen menurut keadaan (contingency management school)

1.    Mazhab manajemen berdasarkan kebiasaan
Menurut mazhab ini,memimpin,mengatur, mengambil keputusan, pemecahan penyelesaian masalah dan lain sebagainya hanya didasarkan atas kebiasaan kebiasaan yang telah dilakukan oleh pihak – pihak lain, sehingga tidak menimbulkan kreasi-kreasi baru dan menghilangkan daya piker dan kreativitas.
2.    Mazhab manajemen ilmiah
Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri, justru manajerlah yang harus menyebabkan orang klain melakukannya, berdedikasi dan berpatisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
Manajer dalam melakukan wewenang kepemipinannya haruslebih mengetahui prilaku,keinginan, dan kebutuhan para bawahannya.
3.    Mazhab prilaku
4.    Mazhab sosial
5.    Mazhab manajemen system
6.    Mazhab manajemen berdasarkan keputusan
Titik berat mazhab ini terletak pada keputusan – keputusan manajerial. Menurut mazhab ini, pengambilan keputusan-keputusan merupakn tugas utama seorang manajer. Sesuatu keputusan manajerial bukan saja merupakan”apa yang harus dilakukan”.tetapti juga”bagaimana dan bilamana harus melakukannya.
7.    Mazhab pengukuran kuantitatif
Cirri-ciri mazhab ini,adalah :
a. mengoptimalkan hasil (output) dari input (masukan)
b. menggunakn model –model matematis.
Mengoptimalkan hasil (laba) dimasudkan memperbesar perbandingan antara output dan input. Hal ini bearti bahwa  harus semua factor terkait dtingkatan misalnya : efisiensi, efektivitas,produktivitas,penjualndan lani –lanyan harus ditingkatakn secara optimal, demi tercapainya laba yang optimal.
8.    Mazhab proses manajemen
Para penganut mazhab ini mengganp bahwa manajemen merupakan serangkaian aktivitas yang terdiri dari sub-subaktivtas tertentu.serangkaian aktivitas ini dilakukan dalam fungsi –fungsi manajemen yang merupakan sebuah proses yang unik yakni proses manajemen. Proses ini diangap sebagai esensi manajemen dan umunya dianggap sebagai bahan studi yang efektif bagi orang yang baru mulai mempelajari ilmu manajemen.
9.    Mazhab manajemen menurut keadaan
Suatu pandagan kontinegnsi merupakan suatu cara berpikir dalam usaha memimpin suatu organisasi. Pandangan ini emnciptkan diagnosis yang menimbulkan managerial action yang sesuai dengan keadaan tertentu.

0 Responses

Poskan Komentar