slnet
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").
Secara geografis, Palembang terletak pada 2°59′27.99″LS 104°45′24.24″BT. Luas wilayah Kota Palembang adalah 102,47 Km² dengan ketinggian rata-rata 8 meter dari permukaan laut. Letak Palembang cukup strategis karena dilalui oleh jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan antar daerah di Pulau Sumatera. Selain itu di Palembang juga terdapat Sungai Musi yang dilintasi Jembatan Ampera dan berfungsi sebagai sarana transportasi dan perdagangan antar wilayah.
B.     Rumusan Masalah
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, maka penyusun mengemukakan beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah itu adalah:
1.       Apa Latar Belakang Sejarah berdirinya Kota Palembang ?
2.       Apa Suku – Suku di Sumatera Selatan ?
3.       Apa Sistem Kekerabatan, Nilai Keluarga serta Gender Masyarakat Sumatera Selatan?
4.       Bagaimana Sistem Kemasyarakatan di Sumatera Selatan ?
5.       Apa makanan Khas Sumatera Selatan ?
6.       Apa Rumah Adat Sumatera Selatan ?

C.    Tujuan
Dengan memperhatikan latar belakang tersebut, maka penyusun mengemukakan beberapa Tujuan. Tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
1.       Mengetahui Latar Belakang Sejarah berdirinya Kota Palembang.
2.       Mengetahui Suku – Suku di Sumatera Selatan.
3.       Mengetahui Sistem Kekerabatan, Nilai Keluarga serta Gender Masyarakat Sumatera Selatan.
4.       Mengetahui Sistem Kemasyarakatan di Sumatera Selatan.
5.       Mengetahui Makanan Khas Sumatera Selatan.
6.       Mengetahui Rumah Adat Sumatera Selatan.

D.    Manfaat
Adapun manfaat dari penyusunan makalah ini :
1.             Bagi mahasiswa : dalam pembuatan makalah ini semoga dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dan pemakalah.
2.             Bagi instansi: semoga makalah yang di buat dapat dijadikan sebuah referensi bacaan.
3.             Masyarakat umum : bisa dijadikan bahan bacaan serta  suatu acuan dalam mempelajari sebuah budaya dan dalam kehidupan masyarakat itu sendiri.











BAB II
PEMBAHASAN
KEBUDAYAAN SUMATERA SELATAN
  1. Sejarah Kota Palembang
Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.
Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:

  1. Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan.
  2. Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
  3. Daerah pesisir timur laut.
Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong manusia setempat menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan. Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di zaman klasik pada wilayah Asia Tenggara. Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara Ada tulisan menarik dari kronik Cina Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau Ju-Kua pada abad ke 14, menceritakan tentang Sriwijaya sebagai berikut :Negara ini terletak di Laut selatan, menguasai lalu lintas perdagangan asing di Selat. Pada zaman dahulu pelabuhannya menggunakan rantai besi untuk menahan bajak-bajak laut yang bermaksud jahat. Jika ada perahu-perahu asing datang, rantai itu diturunkan. Setelah keadaan aman kembali, rantai itu disingkirkan. Perahu-perahu yang lewat tanpa singgah dipelabuhan dikepung oleh perahu-perahu milik kerajaan dan diserang. Semua awak-awak perahu tersebut berani mati. Itulah sebabnya maka negara itu menjadi pusat pelayaran. Tentunya banyak lagi cerita, legenda bahkan mitos tentang Sriwijaya. Pelaut-pelaut Cina asing seperti Cina, Arab dan Parsi, mencatat seluruh perisitiwa kapanpun kisah-kisah yang mereka lihat dan dengan. Jika pelaut-pelaut Arab dan Parsi, menggambarkan keadaan sungai Musi, dimana Palembang terletak, adalah bagaikan kota di Tiggris. Kota Palembang digambarkan mereka adalah kota yang sangat besar, dimana jika dimasuki kota tersebut, kokok ayam jantan tidak berhenti bersahut-sahutan (dalam arti kokok sang ayam mengikuti terbitnya matahari). Kisah-kisah perjalanan mereka penuh dengan keajaiban 1001 malam. Pelaut-pelaut Cina mencatat lebih realistis tentang kota Palembang, dimana mereka melihat bagaimana kehiduapan penduduk kota yang hidup diatas rakit-rakit tanpa dipungut pajak. Sedangkan bagi pemimpin hidup berumah ditanah kering diatas rumah yang bertiang. Mereka mengeja nama Palembang sesuai dengan lidah dan aksara mereka. Palembang disebut atau diucapkan mereka sebagai Po-lin-fong atau Ku-kang (berarti pelabuhan lama).Setelah mengalami kejayaan diabad-abad ke-7 dan 9, maka dikurun abad ke-12 Sriwijaya mengalami keruntuhan secara perlahan-lahan. Keruntuhan Sriwijaya ini, baik karena persaingan dengan kerajaan di Jawa, pertempuran dengan kerajaan Cola dari India dan terakhir kejatuhan ini tak terelakkan setelah bangkitnya bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam yang tadinya merupakan bagian-bagian kecil dari kerajaan Sriwijaya, berkembang menjadi kerajaan besar seperti yang ada di Aceh dan Semenanjung Malaysia.
B.       Suku – Suku dan Bahasa di Sumatera Selatan
Suku komering (jolma komering) adalah sebuah suku tersendiri yang hidup di sungai komering Sumatera Selatan, yang merupakan bagian dari orang Lampung pesisir Nama Komering diambil dari nama way atau Sungai didaratan Palembang yang menandai daerah kekuasaan Komering. Masyarakat komering hidup dan menempati wilayah bagian tenggara dari kepulau Sumatera, dengan menempuh jarak 2 jam dari ibu kota Palembang. Komering sendiri terbagi menjadi 2 bagian yaitu Ogan Komering Iiir, Tanjung Lubuk yang meliputi Kayu Agung  sebagai Ibu kota kabupatennya dan Ogan Komering Ulu yang meliputi daerah Batu Raja  OKU Timur Gunung jati, Belitang, Martapura hingga sebagai ibu kota kabupatennya Bahasa Ogan adalah bahasa yang dituturkan sebagian besar masyarakat yang terdapat di Kabupaten Ogan Ilir (Tanjungraja, Inderalaya, Pemulutan, Muara Kuang), Ogan Komering Ilir (Pampangan, Tulung Selapan), dan Ogan Komering Ulu (Baturaja). Bahasa Ogan yang dituturkan oleh sebagian masyarakat yang tinggal di pesisir atau tepian Sungai Ogan. Sungai Ogan berasal dari beberapa aliran kecil mata air dari Bukit Nanti bersatu menjadi satu aliran besar Sungai Ogan, yang pada akhirnya bermuara di sungai Musi Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Bahasa Ogan yang digunakan oleh masyarakat di tepian sungai Ogan dikenal salah satu suku dari rumpun Melayu yaitu suku Ogan. Batasan Suku Ogan dikenal adanya istilah, Ulu Ogan (daerah Kelumpang), Ogan Ulu (daerah kecamatan Pengandonan), Ogan Baturaja (Kota Baturaja), dan Ogan Ilir (daerah Lubuk Batang dan Muara Kuang). Bagi orang yang telah mengenal bahasa Ogan, mereka akan mengatakan bahwa bahasa Ogan mirip bahasa orang Malaysia walau tidak sama persis. Contoh logatnya "Nak kemane?", yang artinya "Anda hendak ke mana?". Semakin ke hulu DAS (Daerah Aliran Sungai) Ogan, maka logat bahasa Ogan Akan terdengar keras, makin ke hilir makin halus dan agak terdengar berlagu. Hal ini senada dengan filosofi "daerah hulu sungai Ogan, tepian sungai Ogan agak kecil arus airnya deras berbatu dan berbukit, sedangkan daerah hilir tepian sungai Ogan lebar dan arus air tenang tidak berbatu."

C.  Sistem Kekerabatan, Nilai Keluarga serta Gender Masyarakat Sumatera Selatan.
Masyarakat Komering yang menganut sistem patrilineal dalam keluarga yang sangat --membatasi gerak kerabat perempuan mereka. Di dalam keluarga, laki-Iaki bertugas menjaga martabat saudara perempuan dan keluarganya .Posisi laki-Iaki tersebut banyak disimbolkan dalam acara-acara adat sehingga dapat disimpulkan Iaki-Iaki menduduki posisi yang tinggi dan penting .
Dalam upacara adat perkawinan suku Komering, ada 3 bagian makan-makan (semacam resepsi) selain tamu yaitu pihak yang dituakan (khusus laki-Iaki), wanita telah menikah biasanya yang membantu gotong royong) dan yang ketiga adalah pemuda dan pemudi semua peralatan makan mulai dari piring hingga lauk pauk mulai dari setting meja hingga pembersihan alat makan biasanya diprakarsai oleh pemuda dan pemudi. Sedangkan wanita (yang terlah berkeluarga) pada umumnya memasak. Ajang makan bersama pemuda dan pemudi juga disebut sebagai ajang mencari jodoh karena pada saat itu ada acara yang dikhususkan bagi kaum muda dan mudi yaitu makan bersama dalam satu nampan besar yang biasanya satu nampan untuk 3-4 pemuda yang terpisah dari nampan pemudi tetapi tetap satu ruangan besar yang tentunya setelah orang-orang yang dituakan makan terlebih dahulu, momen ini sangat ditunggu oleh kaum muda mudi komering, semacam telah menjadi kebiasaan pada masyarakat komering hal ini telah terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama, inilah tali persaudaraan yang kuat .Barisan keluarga mempelai laki-laki dengan membawa berbagai macam hantaran berjalan kaki menuju rumah calon besarnya. Tak ketinggalan para pemusik kelintang yang  memainkan musik di sepanjang perjalanan, menjadikan propesi arak-arakan tersebut sebagai tontonan yang menarik Upacara perkawinan tersebut adalah bagian dari adat yang masih dipegang oleh masyarakat Komering . Salah satu contohnya adalah dalam rangkaian upacara perkawinan Komering dikenal ritual kadang ralang, yaitu pasangan pengantin diarak dalam kain putih ang panjangnya sampai 60 meter yang bagian tepinya dipegangi oleh sebagian pemuda .  Ritual tersebut menyimbolkan bahwa pengantin laki-Iaki akan menjamin keamanan dan kehormatan keluarga mertuanya .Dengan kata lain tanggung jawab seorang Ielaki sangat berat, hal ini menunjukkan masih kuatnya perbedaan gender yang terjadi. Kehormatan dan harga diri merupakan hal penting bagi seorang Komering. Akan tetapi mereka sangat pantang mengakui kesalahan di depan orang banyak, Dikenal juga harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah . Harta pusaka tinggi adalah harta turun temurun yang diwariskan berdasarkan garis keturunan ayah. Dengan kata lain laki-Iaki berkedudukan tinggi dan layak menerima harta pusaka sedangkan harta pusaka rendah merupakan harta pencarian yang diwariskan secara hukum islam. Selain itu, pada acara adat atau pesta, perempuan biasanya bekerja pada bagian memasak atau menyiapkan lauk pauk sedangkan laki-Iaki ditempatkan pada pekerjaan dekorasi dan angkat mengangkat barang. Hal ini menunjukkan steriotif gender dimana perempuan lebih dominan bekerja disektor domestik sedangkan pria bekerja disektor publik .
Nilai dalam keluarga mennempatkan sosok laki-Iaki sebagia sosok tertinggi dan pantas mendapat harta pusaka yang sangat berbilai. Nilai keluarga juga mengatur pergaulan pemuda-pemudinya dimana perempuan dan laki-laki tidak boleh terlalu dekat bahkan untuk bergandengan tangan dilarang sebelum menikah. Nilai-nilai keluarga menganggap bahwa anak perempuan tidak baik pulang malam atau berkeliaran di luar rumah pada maIam hari dan hamil di luar nikah. Hal ini dianggap hal tabu dan dapat menurunkan rnartabat keluarga. Oleh sebab itu, anak laki-Iaki dianggap bertanggung jawab dalam menjaga saudara perempuannya agar martabat keluarga tetap dianggap baik dimata masyatakarat.
D.  Sistem Kemasyarakatan di Sumatera Selatan
Berrnacam lapisan sosial terbentuk memberikan warna khas pada daerah kesultanan.Sultan beserta para pembesar yang terdiri dari kelompok bangsawan menempati puncak pirarnida dalam stratifikasi sosial. Kelompok ini menggunakan regalia dan sistem gelar untuk menunjukkan derajat kebangsawanannya, seperti temenggung, pangeran, raden dan yang paling rendah tingkatannya adalah mas agung .Meskipun gelar kebangsawanan ini pada mulanya diperoleh dari kelahiran, tetapi dapat juga dihadiahkan oleh sultan kepada orang-orang yang dianggap berjasa, antara lain pasirah yaitu kepala marga, jenang atau raban, orang kepercayaan sultan yang diangkat sebagai pegawai yang bertugas memungut pajak, upeti di daerah-daerah Kepungutan.Seperti kebanyakan kelompok masyarakat di Surnatera Selatan, sistem kemasyarakatan Komering dipengaruhi adat Simbur Cahaya. Simbur Cahaya adalah kumpulan hukum adat setempat yang diterapkan oleh Kesultanan Palembang. Hukum adat itu selain mengatur penguasaan kesultanan terhadap berbagai sumberdaya juga mengatur beragam aspek sosial, mulai dari perkara pegangan tangan antara laki~laki dan perempuan,kegiatan ekonomi, masalah keamanan lingkungan, hingga politik dalam organisasi pemerintahan marga .Undang-undang tersebut juga mengatur wilayah kekuasaan sultan ditingkat marga. Pemimpin marga disebut Pasirah. Bawahannya adalah para kepala dusun yang disebut Kerio. Selain struktur pemerintahan marga, ada tingkatan-tingkatan keluarga raja adat yang masih keturunan Kesultanan Palembang.Simbur cahaya berlaku sebagai undang-undang dengan menerapkan sanksi yang tegas. Saat hukum adat masih dipegang laki-Iaki yang mengganggu perempuan bisa dikenai denda atau sanksi hukum adat berperan besar dalam menjaga keterlibatan masyarakat komering. Sehingga dapat disimpulkan nilai~nilai adat dalam keluarga sangat dijungjung tinggi, Pada zaman dahulu, karena pergaulan antar muda mudi sangat dibatasi, orang-orang tua menyelenggarakan pesta adat untuk memberi kesempatan pada kaum muda bertemu, dengan mengengenakan kain sarung dan baju kurung, para muda-mudi duduk berhadap-hadapan,bercakap-cakap dengan diawasi orang-orang tua dari kejauhan. Kalau ada yang ingin berkenalan, biasanya menulis pesan dalam secarik kertas lalu disampaikan oleh anak-anak kecil yang mendapat imbalan gula-gula, Tradisi yang juga rnasih melekat pada masyarakat Komering adalah para wanitanya masih memanjangkan rambut,stigma yang selalu melekat pada masyarakat komering sangat kental akan watak dan perangai yang keras dan tempramental,hal ini banayak di jumpai dalam hampir setiap literatur dan ada dalam perbincangan baik secara forum yang formal dan non formal,Berbagai penelitian mengungkapkan banyak faktor yang mengakibatkan stigma itu terus berkembang dan menjadi momok tersendiri bagi masyarakat komering, sebagai contoh kadang kala orang komering sendiri akan menyangkal asal daerahnya ketika di tanya dari daerah mana dia berasal, entah karena kebetulan atau memang seperti itu “tanggapan”orang tentang eksistensi komering sendiri.masyarakat komering yang masih ada sampai sekarang yaitu kebiasaan GORO (gotong royong) yang dilakukan dengan suka rela tanpa “diupah”, segala aktifitas dalam pernikahan dilakukan secara gotong royong mulai dari mempersiapkan dekorasi rumah pengantin sampai pada tahap pembersihan peralatan,dari GORO yang dilakukan biasanya disertai memasak makanan ringan seperti empek-empek, model,tekwan dan sebagainya yang akan dibagikan kepada orang yang ikut dalam GORO ini,baik makan ditempat maupun dibagikan kerumah-rumah sebagai ucapan terima kasih atas keikuut sertaannya,dan masakan yang akan digunakan untuk tuan rumah sebagai hidangan santap pada hari pernikahan, GORO juga dihadiri oleh pemuda dan pemudi dimana ajang ini juga disebut ajang mencari jodoh yang biasanya beberapa malam sebelum pernikahan berlangsung anak lelaki “menjemput”anak perempuan (dengan modal lampu petromaks keliling kampung) untuk diikut sertakan dalam kegiatan GORO yang tentunya harus meminta izin kedua orang tuanya, dan si perempuan hanya akan keluar bila mendapat izin dari orang tuanya biasanya sang ayah dan apabila goro pada malam hari itu telah selesai kewajiban pemuda untuk mengantarkan pemudi sampai bertemu dengan orang tua sipemudi tersebut didepan rumah.
E.  Makanan Khas Sumatera Selatan
Tekwan adalah salah satu makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu, dan dibuat dalam ukuran kecil-kecil. Disajikan dengan menggunakan kuah dengan rasa yang khas. Tekwan hampir sama dengan bakso ikan.
Cara membuat Tekwan yaitu dengan mencubit-cubit bahan dasarnya, (ikan giling dan sagu yang dicampurkan jadi satu dengan air es) dan langsung dimasukkan air mendidih sampai matang lalu tiriskan tekwan. 
Lalu untuk membuat kuahnya, bawang merah, bawang putih dan merica ditumis sampai berwarna kuning dan harum. Kemudian Udang/kepala udang direbus dengan air, baru masukkan tumisan bumbu dan diberi bengkoang yang diiris sepotong jari, sedap malam, jamur kuping.
Setelah itu, sajikan tekwan yang sudah diberi kuah dan dilengkapi dengan soun, bawang goreng, daun bawang, daun seledri dan timun. Untuk yang suka pedas bisa menyantapnya dengan sambal.
Pempek atau Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu. Sebenarnya sulit untuk mengatakan bahwa pempek pusatnya adalah Palembang karena hampir di semua daerah di Sumatera Selatan memproduksinya. Penyajian pempek ditemani oleh saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuko dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, udang ebi dan cabe rawit tumbuk, bawang putih, dan garam. Bagi masyarakat asli Palembang, cuko dari dulu dibuat pedas untuk menambah nafsu makan. Namun seiring masuknya pendatang dari luar pulau Sumatera maka saat ini banyak ditemukan cuko dengan rasa manis bagi yang tidak menyukai pedas. Cuko dapat melindungi gigi dari karies (kerusakan lapisan email dan dentin. Jenis pempek yang terkenal adalah "pempek kapal selam", yaitu telur ayam yang dibungkus dengan adonan pempek dan digoreng dalam minyak panas. Ada juga yang lain seperti pempek lenjer, pempek bulat (atau terkenal dengan nama "ada'an"), pempek kulit ikan, pempek pistel (isinya irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui), pempek telur kecil, dan pempek keriting. Pempek bisa ditemukan dengan sangat mudah di seantero Kota Palembang. Pempek dijual dimana-mana di Palembang, ada yang menjual di restoran, ada yang dipinggir jalan, dan juga ada yang dipikul. Disemua kantin sekolah/tempat kerja/kampus pasti ada yang menjual pempek. Tahun 1980-an, penjual pempek biasa memikul 1 keranjang pempek penuh sambil berkeliling Kota Palembang jalan kaki menjajakan makanannya.


F.   Rumah Adat Sumatera Selatan
Rumah Limas merupakan prototipe rumah tradisional Palembang. Selain ditandai dengan atapnya yang berbentuk limas, rumah tradisional ini memiliki lantai bertingkat tingkat yang disebut Bengkilas dan hanya dipergunakan untuk kepentingan keluarga seperti hajatan. Para tamu biasanya diterima diteras atau lantai kedua. Kebanyakan rumah limas luasnya mencapai 400 sampai 1000 meter persegi atau lebih, yang didirikan diatas tiang-tiang dari kayu unglen atau ulin yang kuat dan tanah air. Dinding, pintu dan lantai umumnya terbuat dari kayu tembesu. Sedang untuk rangka digunakan kayu seru. Setiap rumah terutama dinding dan pintu diberi ukiran. Saat ini rumah limas sudah mulai jarang dibangun karena biaya pembuatannya lebih besar dibandingkan membangun rumah biasa. Rumah limas yang sering dikunjungi oleh wisatawan adalah milik keluarga Bayuki Wahab di Jl. Mayor Ruslan dan Hasyim Ning di Jl. Pulo, 24 Ilir, Palembang. Namun hampir ditiap pelosok kota terdapat rumah limas yang umumnya sudah tua, termasuk sebuah rumah limas di museum Balaputra Dewa. Rumah adat limas adalah tempat tinggal yang dipergunakan oleh sebuah keluarga untuk membina kehidupan kekeluargaan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun pada hari-hari tertentu termasuk upacara-upacara yang ada hubungannya dengan keluarga tersebut. Nama limas untuk rumah adat berasal dari kata-kata lima dan emas, dengan mengidentikan emas dengan lima sifatnya yaitu sebagai keagungan dan kebesaran, rukun damai, adab yang sopan santun, aman, subur sentosa serta makmur sejahtera. Dengan demikian, rumah adat limas mengandung makna yang sangat mendalam dan merupakan simbolisasi dari suatu ungkapan yang antara lain diekspresikan dalam bentuk atap yang curam dan lima tingkatan pada lantai atau kekijing.



III. PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Kota Palembang adalah ibu kota provinsi Sumatera Selatan. Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Sejarah Palembang yang pernah menjadi ibukota kerajaan bahari Buddha terbesar di Asia Tenggara pada saat itu, Kerajaan Sriwijaya, yang mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9 juga membuat kota ini dikenal dengan julukan "Bumi Sriwijaya". Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang, yang menyatakan pembentukan sebuah wanua yang ditafsirkan sebagai kota pada tanggal 16 Juni 682 Masehi, menjadikan kota Palembang sebagai kota tertua di Indonesia. Di dunia Barat, kota Palembang juga dijuluki Venice of the East("Venesia dari Timur").

B.     SARAN
      Dalam pembuatan makalah ini terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepada rekan mahasiswa yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini. Kepada dosen pembimbing yang memberikan arahan yang telah tercapai makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat digunakan sebaik-baiknya serta menjadi bahan bacaan serta sebuah acuan referensi bagi mahasiswa.



slnet
Cara Menampilkan Logo BlackBerry, Android, iPhone di Update Status FB lewat Komputer sangatlah mudah bagi anda yang ingin gengsi dan pamer kepada teman anda.  Cara ini hanya dengan menggunakan komputer saja yang harus terhubung dengan Internet.  Berikut ini caranya:
  1. Pertama anda login dulu akun FB anda di www.facebook.com,
  2. Misalnya kita akan memunculkan logo Apple iPad, buka Tab Browser baru kemudian
  3. klik link berikut : http://www.facebook.com/connect/prompt_feed.php?preview=true&api_key=350939045778&extern=2
  4. Setelah muncul tambilan Facebook yang sederhana sebaiknya anda Bookmark link tersebut pada browser yang anda gunakan
  5. Menampilkan logo handphone di status FB
  6. Nah anda sekarang bisa menulis status yang anda inginkan dan lihat hasil status anda di Tab browser FB yang sebelumnya anda login tadi(www.facebook.com)
  7. Jika anda ingin menampilkan logo BlackBerry, Android atau yang lainnya silahkan anda ganti kode di bawah ini di kode api_key di URL.
Munculkan logo HP di Status FB
via HP SELINGKUHAN: 233022273400187
via Android for Selingkuhan: 104042623032817
via Cinta Ini Milik Kita antara Aku, Dia & Dirimu : 275558785803846
Facebook for Android : 00feea04186100ee4fdac07465190067
Facebook for BlackBerry : 2254487659
Facebook for iPad : 350939045778
Facebook for iPhone : 3e7c78e35a76a9299309885393b02d97
Facebook for T-Mobile : 4c6ded7ba2c7d9cc82830782f2d3284c
Facebook for BlackBerak : 623724746fd51a4955b63a9d6479fbfd
Facebook for Vodafone 360 : 22161914351
via SonyEricsson Panel : 38125372145
via Warnet : 31b21b6d938e349a12b4162ab599a304
via Kaskus : 42dc9301ec6ea41e9c2d6f2e3deb1a6e
via Wartel : 5868625d64606090427a440025e2bde7
via Satelit : 9558a552f4b0dc6f9a20e4e5869620be
via youtube.com : 070dcac0baf1724fb6732e173b6124a7
via Texas Holdem Poker : 6bdd08f7f3a847060b1bf2de9e647aa1
Facebook untuk Orang Ganteng : 4cd7a6c90b36827316d9a731c11cef07
via Transjakarta Busway : d2f7a0fa1297cd78070a2405f884c7a4
via HP Pinjaman : b93b1ca89e9122cd2cf6a3e2449f0f54
via Kantor Pos : 960d1a601ae47d46be34a4b5091a338e
via Kantong Ajaib DORAEMON : 81be152feccd2624ec238bff5ec5a94e
via hp aink : 7a2ddac08497941fa4181dfa2a74ba42
via PERSIB Bandung : cae4cef2d291cd1156347a6e31520fd0
via “(‘.’)” Blackberry Viking Persib “(‘.’)” : 1d086de2c9379dc74b1d5cfbc41f2216
via Viking Persib Club : 165a0bfb1196bc820adb4adabba8981a
via cafe persib : 4fd2319ea0afa65a23654ff95112acb4
via Starbucks Coffee Company : 792497ac27c3e7c996c4d3992e33fdc3
via Krusty Krab : eb3a0e085dbd6292dc792946a9dfc25e
via WC Umum : 9b23fadb3df26ba6609423b9a8326ce5
via Angkot : 4e8ec3a706797f69df222f98a2694da3
via UIN Sunan Gunung Djati Bandung : 9f64a5de3d6c2c1f28f0bab813b93a59
via HP SBY : f4cf01c4930b664fd96b0c1ffc8341c8
via Hati : 52e448532a2ff1264b4e38494cabf347
via Cinta ini milik kita berdua : 73f9f66339c9d802b45f3e0d10bd94e9
via iPod touch : 4df3200f360533d57e0353bed01109d8
via Nokia X6 : b3890d91e5341d9e8a0e3bb465b01bf1
via TweetDeck : d3704c30b210e46e0e200da687bc3722
via Echofon : 4ec1a2e192d49ab6b8fd6befbc564310
via BlueBerry : 48105845de14dbb2513ac03069d85199
via Windows Phone : 4f41726f826e687603af91b34339b671
via Apple MacBook : 7c5ad8040ff712b40a349e9cf45d6f64
via Windows 7 : 47a7a6d4b3fe897fab2fff9b2257cd27
Lainnya
via Indomaret : 8c63c9ec9685ba68f8c06b3086163028
via Demam Tinggi : 3f35c509452ae52910b48dad7e31ca1d
via “Goz cinta Irenz” : e4082c433091c9a60de1eddc11df385c
via ismed_newbie : 150810801604902
via UNPAS Bandung : 44ec8bdfd8957b99d3d82414ef47f6fb
Fesbuk untuk Pusat Humor Indonesia (PHI) : db2863d9adec4fab3408f8ad45a52020
via Twitter : bf78cccc49b49a3b161b756c20732fa5
via Koprol : 6937ea0eca4829b4c48d2838697473f0
via Mabes Point Blank Indonesia : ab9d86d2141b97213af6968a3a01983c
via “ndhru loverz” :435bd0495ec961c3854b681907974095
via irhamny az-zahra : 3ba37ab5a20b562323f8f7adc53a4592
via HTC Touch HD : 31b32609bd82df5d460ef993d3511ec9
via HTC Desire Android Widget : 4a78dafea961c1fbfd22195ccb14729c
via Nokia N97 mini : 4199c101410346dde1dba53148abe5e7
via Facebook for Palm : 7081486362
via My INQ Mobile : 26463759431
via Snaptu : 20407635301
via Ovi by Nokia : 49340319393
via BlackBerry Barcode Generator : 386721103645
via Facebook for Nokia : d15acf56713075539ea446c3a2896c21
Nah demikian Cara Menampilkan Logo BlackBerry, Android, iPhone di Update Status FB lewat Komputer silahkan anda mencobanya, dan pamerkan status anda …hehe
slnet
Aku : Onyak
Ada : uwat
Ambil : Akok
Anjing : Asu
Asap : Asop
Awam : Ompai
Abu : Habu
Apa : Onyi
Akan : Naon
Air : Uwai
Asin : Masen
Awas : Hati-hati
Banyak : Bosai
Besok : Mawos
Bodoh : Buyan
Bentar : Bowai
Bugil : Bintong
Bukan : Layon

Buka : Bukak
Berlari : Melajok
Berputar : Begidor
Biasa : Biase
Bawa : Usong
Bunga : Bunge
Bau : Ombow
Binatang : Benatang
Bapak : Ubak
Bangun : miah
Capek : Hongas
Orang : Jime
Kita : Owam
Mama : Umak
Kakak : Bakas
Nenek : Niyai
Kau : Niku
Gila : Lawang
Pulang : Mulang
Sini : Dije
Telanjang : Bintong
Makan : Mongan
Minum : Nginom
Hidup : Huek
Mati : Padom
satu : Osai
Pergi : Laju
Main : Musek
Ketawa : Mahe
Nangis : Miwang
Gatal : Gatol
gigi : Kodes
Mata : Mate
Hidung : Iyong
Besar : Balok
Kecil : Ronek
Senang : Ladas
Melamun : junon
Mau : Hage/domon
Tidak ada : mak omet
kesal : kosol
Jelek : Hajap
Bagus : Holow/cindo
Dapat : mangse
Kangen : ngiam
Susah : joreh
Enak : bangek
Tidak enak : mak bangek
Dikit : cutek
Nyamuk :nyek-nyek
Kanji/ genit : tudow
Lebaran : bebuke
Lepas : pacol
Erat : orot
Harum /wangi : horom
Tidur : tuwoi
Nanti : Naon
Pegal : Pogol
Tidak : Homak
Iya : oyo
sebentar : sebowai
lama : muni
Putih : Handak
Hitam : harong
Baju : Kawai
Celana : seluwar
Panjang : tojang
Pendek : mobah
Tidak Tau : Mak pandai/mak nalom
Makanan : Okanan
Minuman : inoman
Perut : Botong
Pedih : podeh
Bahagia : sonay
Merah : Suloh
Susah-susah gampang
rata orang lucu kalo mau belajar
tapi asyik kok’ bahasanya lucu…
apalagi logatnya. :)
hehehehe
Semoga banyak pengetahuan yang bisa kamu dapet.
Sekali lagi saya katakan “ONYAK JIME OWAM”.
Semoga dengan Weblog Jime Owams ini kalian lebih memahami kota Kayuagung.
slnet
  • Janganlah hanya berfikir diri sendiri namun berbagilah… = 자신만 생각하지말고 나누어라… ( jasinman saenggakhajimalgo nanueora…)
  • Betapa besar aku mencintaimu, namun engkau tetap tak tahu. namun aku mencintaimu bukan karena supaya menjadi kekasihmu, perasaan ini karena cinta murni = 내가 당신을 얼마만큼 사랑하는지 당신은 알지 못합니다. 그러나 내가 당신을 사랑하는 건, 당신께 사랑을 받기 위함이 아닌사랑을 느끼는 그대로의 사랑이기 때문입니다 (Naega dangsineul eolmamankeum saranghaneunji dangsineun alji motamnida. Geureona naega dangsineul saranghaneun geon, dangsinkke sarangeul batgi wihami aninsarangeul neukkineun geudaeroui sarangigi ttaemunimnida)
  • Di manapun tempatnya bila kita memiliki hasrat yang kuat maka kita akan bertemu = 어느 곳에 있어도 너와 나 간절히 원하면 만날 수 있겠지 (Eoneu gose isseodo neowa na ganjeolhi wonhamyeon mannal su itgetji)
  • Aku yang hanya bisa bahagia karenamu, kapanpun itu… =  당신 때문에 언제나 행복할 수밖에 없는 나… (Dangsin ttaemune eonjena haengbokhal subakke eomneun na…)
  • Baik saat siang maupun malam jangan lupakan aku, saat sedih maupun saat gembira selalulah di sisiku seperti saat ini = 낮이나 밤이나 나를 잊지마… 슬프나 기쁘나 늘 지금처럼 이대로 내곁에 머물러 (Najina bamina nareul itjima… seulpeuna gippeuna neul jigeumcheoreom idaero naegyeote meomulleojwo)
  • Terima kasih atas segalanya = 여러가지로고마워요 (Yeoreo gagiro gomaweoyo)
  • Semoga beruntung = 행운을빌어요 (Haeng-uneul bireoyo)
  • Kamu punya senyum yg manis (senyummu manis) = 당신은미소가정말아름다워요 (Dangsineun misoga jeongmal areumdaweoyo)
  • Aku berharap kita bisa bertemu lg secepatnya = 곧 다시볼수있으면좋겠어요 (got dasi bol su isseumyeon jokesseoyo)
  • Dari semula engkau dan hingga selamanya tetap engkau, saat gembira ataupun saat sedih aku akan selalu menyayangimu = 처음부터 그대는 영원토록 그대는, 기쁠때나 슬플때나 늘 사랑 하겠습니다 (cheoeum buteo geudaeneun yeongwontorok geudaeneun, gippeulttaena seulpeulttaena neul sarang hagessseumnida )
Penolakan:
  • Saya tidak punya perasaan yg sama dengan kamu = 당신에대해별다른늒이없어요 (Dangsine daehae byeoldareun neukkimi eopseoyo)
  • Tidak mungkin = 안돼요 (andwaeyo)
slnet

LAPORAN HASIL PRAKTEK INDUSTRI
UKIRAN MEBEL SU’UD
JUA – JUA

                                        

 


















                                         NAMA                               : WENDI
                                         KELAS                               : XI
                                         PROGRAM KEAHLIAN   : KRIA KAYU


PEMERINTAH KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL
SMK NEGERI 2 KAYUAGUNG
2011 / 2012














Lembar pengesahan

Laporan Praktek Kerja Industri
Usaha mebel Jua – Jua
Tahun pelajaran  2011 - 2012

Ini telah disetujui oleh pembimbing untuk memenuhi sebagian persyaratan bentuk memperoleh sertifikat prakerin guna mengikuti uji kompetensi

Guru Pembimbing DU/DI                                  Kayuagung, 17 April 2012
                                                                                    Pembimbing



……………………                                                    ABU SANI, S.Pd
                                                                                    NIP. 19860615 2010 01 1007


Mengetahui
Ketua Program Keahlian Kria Kayu




KASMIADI NUR, S.Pd
NIP. 19650309199002 1 004
































KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah swt, yang telah melimpahkan berkat dan rahmat nya sehingga penulis bisa menyelesaikan laporan hasil pratek kerja industri di dunia usaha / industri MAD SU’UD, kayuagung

Praktek ini bertujuan untuk agar semua siswa lebih menguasai enam kompetensi pokok kria kayu dan menambah pengalaman serta wawasan di bidang usaha / industri, wood craft

Titik lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada

  1. Ibu sriyati, S.Pd selaku Kepala Smk Negeri 2 Kayuagung
  2. Bapak kasmiadi nur S.Pd, selaku ketua program
  3. Bapak abu sani, S.Pd, selaku Wali Kelas
  4. Bapak abu sani selaku guru pembimbing
  5. Bapak MAD SU’UD,selaku pembimbing DU/DI

Kalau ada kekurangan atau kesalahan dalam penulisan laporan ini kami mohon maaf, kritik dan saran yang bersifat membangun akan kami terima dengan senang hati.


                                                                              Kayuagung, 17 April 2012





























Bab I
Pendahuluan

            Smk Negeri 2 Kayuagung merupakan sekolah menengah kejuruan ada di Kayuagung, sumatera selatan. Disini setiap siswa dituntut harus terampil, tekun dan disiplin serta bertanggung jawab untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.
Pada proses belajara mengajar di smk negeri 2 kayuagung dilakukan pada tempat di kelas tujuan selain siswa cerdas dalam dunia kerja agar nantinya bias untuk mandiri setelah lulus sekolah.

a.       latar belakang
pada dasar nya kegiatan di smk bukan hanya melaksanakan kegiatan belajar di sekolah , tapi juga dituntut untuk praktek di lapangan (DU/DI) dengan adanya Praktek kerja Industri ini diharapkan bias menambah ilmu dan wawasan yang belum pernah dipelajari di sekolah, sehingga nantikan memiliki keterampilan di dalam dunia usaha/dunia industri
b.      tujuan prakerin



























BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Perusahaan
      Sekitar tahun 2006 bapak mad su’ud memulai usaha kecil – kecilan di bidang kerajinan lemari (perabot rumah tangga). Tersebut memulai berkembang pada tahun 2010
      Pada tahun inilah bapak mad su’ud mulai dipercaya oleh kalangan masyarakat sebagai pengrajin lemari, pintu, meja, rak tu, dan perabot rumah tangga dan lainnya
Alhamdullilah sampai sekarang usaha M.6 mebel tersebut terus berkembang sampai sekarng, bapak Mad su’ud bias menerima siswa-siswi yang akan menghadapi Praktek Industri (prakerin) di tempat nya tersebut (M.6 Mebel)

      Dan juga bermitra dengan smk negeri 2 kayuagung sebagai DU/DI
Alhamdullilah

2.2 struktur Organisasi

          Kepala usaha
MAD SU’UD
 
 






















2.4 LAY OUT PERUSAHAAN

 


















KETERANGAN
A     : Ruang Pelatihan
B     : tempat kerja
C     : tempat peletakan kayu
D     : tempat mengetam
E      : wc













BAB III
Pelaksanaan dan pembahasan
Jadwal Pelaksanaan

No
Kegiatan
Bulan
Keterangan
Januari
Februari
Maret
1
2
3
4
1
2
3
1
2
3

1
Mengamplas kursi











2
Mengecet kursi











3
Mengamplas meja











4
Mengantarkan pesanan











5
Menghaluskan papan











6
Mengamplas ukiran











7
Mengetam papan











8
Mengemplas lemari











9
Mendempul meja











10
Mengamplas papan